Harga jagung dunia naik 3,6 persen, didorong oleh kekhawatiran akan cuaca panas dan kering di sebagian wilayah Amerika Serikat, serta “dampak lanjutan dari pasar energi yang menguat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik,” ungkap FAO.
Indeks harga minyak nabati mencapai tingkat tertinggi sejak Juni 2022 dengan kenaikan sebesar dua persen penuh, yang dipicu oleh permintaan dari sektor biodiesel Indonesia dan kenaikan harga minyak mentah.
Sementara harga minyak kedelai meningkat akibat kuatnya permintaan bahan baku dari Amerika Serikat, harga minyak bunga matahari dan minyak rapeseed global justru mengalami penurunan.
Dalam berita terkait, para ahli ketahanan pangan yang didukung PBB menyatakan bahwa Malawi mengalami “perbaikan signifikan” dalam tingkat kelaparan dibandingkan dengan dua tahun terakhir.
Hal ini sebagian besar disebabkan oleh panen yang baik pada musim tanam 2025/26 setelah dampak parah El Niño pada musim 2024/25, demikian dijelaskan dalam pembaruan data IPC.
Kendati demikian, diperkirakan 1,9 juta orang di negara Afrika bagian selatan tersebut sedang mengalami kerawanan pangan akut pada tingkat “krisis”, yang diklasifikasikan sebagai Fase 3 IPC (dari lima fase yang ada).
Namun, situasi diperkirakan akan memburuk selama masa paceklik antara Oktober 2026 hingga Maret 2027, yang menyebabkan 2,6 juta orang jatuh ke dalam kondisi krisis atau kelaparan tingkat 3.




