Jumat, Januari 23, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Ini Adalah Garam

redaksi
19 Juni 2025
Kategori : Kajian
0
Filsafat Ilmu Kelautan Kontemporer—Bukan Sekadar Ngetik Data di Pantai

Dr. Gybert E. Mamuaya. FOTO: KOLEKSI PRIBADI

Oleh : Dr. Gybert E. Mamuaya (Ketua Local Project Implementation Unit – Marine Science Education Project (LPIU – MSEP) Unsrat 1988-1993)

Kakek temanku, seorang nelayan tua dari Rote, pernah berkata, “Kita bisa melupakan matahari, tapi tidak dengan garam—ia selalu pulang ke lidah, seperti omong kosong ke mulut politikus.”

Aku tertawa waktu itu. Tapi sekarang, setelah laut di kampung halamanku mulai tercemar sampah dan tangkap ikan semakin sulit, aku mengerti: garam bukan sekadar bumbu. Ia pengingat.

Di negeri maritim seperti Indonesia, garam adalah cermin. Kita punya 17.504 pulau, tapi garam dapur masih diimpor. Kita dijuluki “Negeri Bahari”, tapi banyak anak muda takut belajar berlayar. Kita dikelilingi air asin, tapi lebih hafal rasa McDonalds daripada ikan asin buatan nenek.

Ya, garam dan kesadaran yang menguap: Seperti ikan dalam cerita Wallace yang tak paham konsep “air”, kita sering lupa bahwa garam adalah warisan. Ia produk dari laut, matahari, dan kerja keras—tiga hal yang seharusnya menjadi DNA kita. Tapi lihatlah: tambak garam tradisional mati perlahan, digantikan pabrik yang mengeringkan laut dengan rakus. Kita kehilangan rasa, bukan di lidah, tapi di jiwa.

Apakah ada keseimbangan yang retak? Orang Bugis katanya sering bilang, “Takaran garam menentukan nasib satu keluarga.” Terlalu sedikit, ikan busuk sebelum sampai ke pasar. Terlalu banyak, tubuhmu memberontak dengan tekanan darah tinggi. Hidup di negeri maritim adalah soal menari di tepian: antara memanfaatkan laut dan menjaganya, antara tradisi dan kemajuan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Dr. Gybert E. MamuayaGaram
Bagikan5Tweet1KirimKirim
Previous Post

Bidang Ekologi UNG Peringkat 18 Nasional Versi SCImago Institutions Rankings

Next Post

Kapal Pesiar MV Heritage Adventurer Bawa 115 Wisman Untuk Melihat Hiu Paus di Gorontalo

Postingan Terkait

Literasi dan Sastra untuk Kemajuan Bangsa

Anak-Anak Pesisir Teluk Tomini di Era Digital

18 Desember 2025
Siklon Senyar, Gajah di Pelupuk Mata dan Politik Ekologi Indonesia

Siklon Senyar, Gajah di Pelupuk Mata dan Politik Ekologi Indonesia

6 Desember 2025

AI dan Kerumunan

Ketika Dua Raksasa Paus Biru dan Hiu Paus Bertemu di Laut Tomini

Tulidu: Agar Motulidu, Harus Molu’udu

Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo: Program Prioritas, Risiko Mercusuar

Naskah Seruan Penanggulangan Destructive Fishing dan Illegal Fishing di Gorontalo Utara

Status Penambang Tradisional yang Melakukan Aktivitas Pertambangan di Wilayah Konsesi Perusahaan

Next Post
Apa Itu Klirens Etik Penelitian?

Kapal Pesiar MV Heritage Adventurer Bawa 115 Wisman Untuk Melihat Hiu Paus di Gorontalo

TERBARU

Redupnya Bisnis Media dan Jaminan Kesejahteraan Wartawan di Indonesia

Gempa Bumi M5,4 di Teluk Tomini Berasosiasi dengan Aktivitas Zona Penunjaman Sulawesi

Bibit Siklon Tropis 92P Terletak di Selatan Barat Daya Merauke

Gempa Bumi M5,4 Guncang Teluk Tomini

Kondisi Lamun Indonesia Beragam, Ini Metode Perhitungan Faktor Emisi Akibat Degradasi

Guru Besar Fakultas Kelautan Prof. Femy Sahami Pimpin Senat Universitas Negeri Gorontalo

AmsiNews

REKOMENDASI

Memetakan Pusat Ekspor Perikanan di WPP 571

LP3M Perguruan Tinggi Indonesia Gelar Simposium di UNG

Hak Publik Mendapat Informasi Dibahas di Gorontalo

Badai Tropis Malakas Terbentuk di Samudra Pasifik Bagian Barat

Bibit Siklon Tropis 93W Bergerak di Dekat Kepulauan Yap

ASEAN MTWG Bahas Penerapan Bahan Bakar Kapal dengan Kandungan Sulfur 0,5 Persen

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.