Jumat, Oktober 23, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Ini Adalah Garam

redaksi
19 Juni 2025
Kategori : Kajian
0
Filsafat Ilmu Kelautan Kontemporer—Bukan Sekadar Ngetik Data di Pantai

Dr. Gybert E. Mamuaya. FOTO: KOLEKSI PRIBADI

Oleh : Dr. Gybert E. Mamuaya (Ketua Local Project Implementation Unit – Marine Science Education Project (LPIU – MSEP) Unsrat 1988-1993)

Kakek temanku, seorang nelayan tua dari Rote, pernah berkata, “Kita bisa melupakan matahari, tapi tidak dengan garam—ia selalu pulang ke lidah, seperti omong kosong ke mulut politikus.”

Aku tertawa waktu itu. Tapi sekarang, setelah laut di kampung halamanku mulai tercemar sampah dan tangkap ikan semakin sulit, aku mengerti: garam bukan sekadar bumbu. Ia pengingat.

Di negeri maritim seperti Indonesia, garam adalah cermin. Kita punya 17.504 pulau, tapi garam dapur masih diimpor. Kita dijuluki “Negeri Bahari”, tapi banyak anak muda takut belajar berlayar. Kita dikelilingi air asin, tapi lebih hafal rasa McDonalds daripada ikan asin buatan nenek.

Ya, garam dan kesadaran yang menguap: Seperti ikan dalam cerita Wallace yang tak paham konsep “air”, kita sering lupa bahwa garam adalah warisan. Ia produk dari laut, matahari, dan kerja keras—tiga hal yang seharusnya menjadi DNA kita. Tapi lihatlah: tambak garam tradisional mati perlahan, digantikan pabrik yang mengeringkan laut dengan rakus. Kita kehilangan rasa, bukan di lidah, tapi di jiwa.

Apakah ada keseimbangan yang retak? Orang Bugis katanya sering bilang, “Takaran garam menentukan nasib satu keluarga.” Terlalu sedikit, ikan busuk sebelum sampai ke pasar. Terlalu banyak, tubuhmu memberontak dengan tekanan darah tinggi. Hidup di negeri maritim adalah soal menari di tepian: antara memanfaatkan laut dan menjaganya, antara tradisi dan kemajuan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Dr. Gybert E. MamuayaGaram
Bagikan5Tweet1KirimKirim
Previous Post

Bidang Ekologi UNG Peringkat 18 Nasional Versi SCImago Institutions Rankings

Next Post

Kapal Pesiar MV Heritage Adventurer Bawa 115 Wisman Untuk Melihat Hiu Paus di Gorontalo

Postingan Terkait

Pantarlih Dalam Mutarlih

Siti Hajar: Ratu Zamzam

16 Oktober 2026
Iklan Tidak Membeli Pemberitaan

Media Beretika Bukan Media yang Tidak Pernah Salah

15 Oktober 2026

Mengapa Belajar Bahasa Inggris Terasa Melelahkan?

Mengapa PKI Tak Laku di Gorontalo?

Menjadi Fasih Itu Bukan Soal Banyaknya Kata yang Dikuasai

Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Sudah Saatnya Kita Memikirkan Ulang Pembelajaran Bahasa Inggris

Senjakala Elite Nasional Gorontalo

Next Post
Apa Itu Klirens Etik Penelitian?

Kapal Pesiar MV Heritage Adventurer Bawa 115 Wisman Untuk Melihat Hiu Paus di Gorontalo

TERBARU

El Niño Sangat Kuat, 6.900 Titik Panas di Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan dan Papua Selatan

Kualitas Udara Palangkaraya Masih Kategori Berbahaya, Termasuk Lore Lindu di Sulawesi Tengah

Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

Super Typhoon Champi Weakens East of Taiwan

Copernicus Marine Catat Topan Super Champi Memiliki Kecepatan Angin Terkuat di Dunia Tahun 2026

Etika Profesi dan Pengabdian Komitmen Lulusan Kedokteran UNG

AmsiNews

REKOMENDASI

Gempa dan Tsunami di Jepang, PM Jepang Imbau Warga Mengungsi

BMKG Deteksi Ratusan Titik Panas dan Sebaran Asap di Sejumlah Wilayah Indonesia

Berpadu Merasakan Kehidupan Masyarakat Lokal di 8 Desa Wisata Indonesia

Badai Tropis Agaton di Filipina Menewaskan 25 Orang, 8 Hilang

Suhu Perairan Meningkat Ancam Populasi Ikan dan Sistem Budidaya

Dr. Zuchri Terpilih Sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.