Jumat, Juni 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Ini Adalah Garam

redaksi
19 Juni 2025
Kategori : Kajian
0
Filsafat Ilmu Kelautan Kontemporer—Bukan Sekadar Ngetik Data di Pantai

Dr. Gybert E. Mamuaya. FOTO: KOLEKSI PRIBADI

Oleh : Dr. Gybert E. Mamuaya (Ketua Local Project Implementation Unit – Marine Science Education Project (LPIU – MSEP) Unsrat 1988-1993)

Kakek temanku, seorang nelayan tua dari Rote, pernah berkata, “Kita bisa melupakan matahari, tapi tidak dengan garam—ia selalu pulang ke lidah, seperti omong kosong ke mulut politikus.”

Aku tertawa waktu itu. Tapi sekarang, setelah laut di kampung halamanku mulai tercemar sampah dan tangkap ikan semakin sulit, aku mengerti: garam bukan sekadar bumbu. Ia pengingat.

Di negeri maritim seperti Indonesia, garam adalah cermin. Kita punya 17.504 pulau, tapi garam dapur masih diimpor. Kita dijuluki “Negeri Bahari”, tapi banyak anak muda takut belajar berlayar. Kita dikelilingi air asin, tapi lebih hafal rasa McDonalds daripada ikan asin buatan nenek.

Ya, garam dan kesadaran yang menguap: Seperti ikan dalam cerita Wallace yang tak paham konsep “air”, kita sering lupa bahwa garam adalah warisan. Ia produk dari laut, matahari, dan kerja keras—tiga hal yang seharusnya menjadi DNA kita. Tapi lihatlah: tambak garam tradisional mati perlahan, digantikan pabrik yang mengeringkan laut dengan rakus. Kita kehilangan rasa, bukan di lidah, tapi di jiwa.

Apakah ada keseimbangan yang retak? Orang Bugis katanya sering bilang, “Takaran garam menentukan nasib satu keluarga.” Terlalu sedikit, ikan busuk sebelum sampai ke pasar. Terlalu banyak, tubuhmu memberontak dengan tekanan darah tinggi. Hidup di negeri maritim adalah soal menari di tepian: antara memanfaatkan laut dan menjaganya, antara tradisi dan kemajuan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Dr. Gybert E. MamuayaGaram
Bagikan5Tweet1KirimKirim
Previous Post

Bidang Ekologi UNG Peringkat 18 Nasional Versi SCImago Institutions Rankings

Next Post

Kapal Pesiar MV Heritage Adventurer Bawa 115 Wisman Untuk Melihat Hiu Paus di Gorontalo

Postingan Terkait

Antara IPERA dan Pajak dalam Badan Hukum (Koperasi) Pengelola Wilayah Pertambangan Rakyat

Antara IPERA dan Pajak dalam Badan Hukum (Koperasi) Pengelola Wilayah Pertambangan Rakyat

3 Juni 2026
Setelah Ekosistem Hutan Runtuh Perlu Pemulihan Berbasis Bentang Alam

Bagaimana Negara-negara Berkembang Dapat Mengumpulkan Dana Untuk Mengatasi Krisis Iklim

10 Maret 2026

Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

Anak-Anak Pesisir Teluk Tomini di Era Digital

Siklon Senyar, Gajah di Pelupuk Mata dan Politik Ekologi Indonesia

AI dan Kerumunan

Ketika Dua Raksasa Paus Biru dan Hiu Paus Bertemu di Laut Tomini

Tulidu: Agar Motulidu, Harus Molu’udu

Next Post
Apa Itu Klirens Etik Penelitian?

Kapal Pesiar MV Heritage Adventurer Bawa 115 Wisman Untuk Melihat Hiu Paus di Gorontalo

TERBARU

Azerbaijan Tuan Rumah Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Azerbaijan Menyoroti Krisis Planet Akibat Perubahan Iklim

World Environment Day, 50 Kota Bersiap Menghadapi Panas Ekstrem

Peristiwa El Niño Dapat Meningkatkan Produktivitas Perikanan di Sejumlah Perairan Indonesia

Masa Peralihan Musim, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah di Provinsi Gorontalo

UNG Perkuat Tata Kelola Administrasi

AmsiNews

REKOMENDASI

Komisi Informasi Beri Penguatan di Universitas Negeri Gorontalo

Mahasiswa Teknik Elektro UNG Raih Peringkat 3 Kompetisi Robotika Industri

Pemerintah Indonesia Kirim Bantuan untuk Korban Gempa Turki

Gempa Taiwan Menewaskan 1 Orang, 146 Terluka

Perguruan Tinggi Diharapkan Mendorong Dosen Ikut Seleksi Beasiswa Pendidikan Indonesia

Dengan Pinisi Orang Makassar Menemukan Benua Australia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.