Tidak hanya itu, perubahan iklim juga akan mendorong perubahan pola hujan yakni wilayah utara Indonesia diproyeksikan menjadi lebih basah (hingga 8%), sementara wilayah selatan menjadi lebih kering (hingga -9%).
Dampaknya, curah hujan yang sebelumnya memiliki periode ulang 100 tahun akan terjadi jauh lebih sering di masa depan.
“Sebagai contoh, hujan intensitas 250 mm yang tadinya berulang 100 tahun sekali, diprediksi akan muncul setiap kurang dari 20 tahun,” ujarnya.
BMKG mengajak para pemangku kepentingan dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan adaptasi terhadap variabilitas iklim guna menjaga keberlanjutan ekonomi dan kelestarian lingkungan di tengah tantangan pemanasan global yang terus berlanjut.




