Minggu, Juni 28, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Topan Nalgae Terbentuk di Laut Cina Selatan, Ini Sistem yang Berbahaya

redaksi
1 November 2022
Kategori : Berita
0
Nalgae Menguat Menjadi Badai Tropis Parah di Laut Cina Selatan

Pergerakan siklon tropis Nalgae di Laut Cina Selatan. GAMBAR: HONG KONG OBSERVATORY

Darilaut – Topan (Typhoon) Nalgae dengan nama Filipina “Paeng” terbentuk di Laut Cina Selatan, Selasa (1/11). Siklon tropis yang berkembang dari Samudra Pasifik barat sejak 25 Oktober, kemudian mendarat di Filipina dan melintasi Laut Filipina Barat tersebut adalah sistem yang berbahaya.

Saat mendekat dan mendarat di Filipina pekan lalu, siklon tropis ini membawa hujan lebat yang memicu banjir dan tanah longsor yang menewaskan lebih dari 100 orang.

Menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama, Joint Typhoon Warning Center (JTWC) ini adalah sistem yang berbahaya. Angin yang merusak, hujan deras, gelombang badai, gelombang laut yang ganas, tanah longsor, dan banjir bandang adalah semua risiko yang mungkin terjadi.

Nalgae dapat memberikan dampak langsung pada gelombang laut dengan tinggi 9,1 meter (30 feet).

Sistem ini diperkirakan akan menguat hingga intensitas puncak 130 km per jam (70 knot), karena sumber titik tingkat atas diperkirakan akan berkembang tinggi seiring dengan peningkatan aliran keluar kutub.

Dalam 24 jam, kata JTWC, sistem akan mempertahankan kekuatan topan saat berbelok ke arah barat laut, karena punggungan subtropis lapisan dalam yang berpusat di timur mulai terbentuk ke arah barat.

Namun, setelah 36 jam, sistem akan terpengaruh oleh pendinginan suhu permukaan laut, masuknya udara kering, dan berkurangnya aliran keluar yang akan mengarah pada tren pelemahan yang stabil selama 5 hari ke depan.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Badan Meteorologi JepangFilipinaHong Kong ObservatoryJTWCLaut Cina SelatanPAGASASiklon TropisTopan Nalgae
Bagikan5Tweet1KirimKirim
Previous Post

Gerhana Bulan Total 8 November Durasi 5 Jam 57 Menit

Next Post

Topan Nalgae, Lebih 100 Orang Tewas di Filipina

Postingan Terkait

3000 Kapal dan 20 Ribu Pelaut Terjebak di Wilayah Konflik di Timur Tengah

Jalur Pelayaran Utama di Selat Hormuz Masih Terkontaminasi Ranjau Laut

28 Juni 2026
Testimoni Seorang Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz

PBB Evakuasi 2.500 Pelaut Melewati Selat Hormuz

28 Juni 2026

Temuan Peneliti UNG Penderita Diabetes Tak Terkontrol Bisa Sebabkan Kebutaan

Korban Tewas Gempa Ganda Venezuela 920 Orang, 3.360 Terluka

Dua Badai Tropis Melintas di Jepang, Higos di Barat Daya Tokyo

Banyak Ingin Mengoleksi Ikan Raja Laut yang Ditemukan di Perairan Dekat Pulau Siladen

Kemarau Meluas, Hujan Masih Signifikan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Nelayan Pulau Siladen Temukan Ikan Purba Coelacanth Panjang Lebih Dari 1 Meter

Next Post
Topan Nalgae, Lebih 100 Orang Tewas di Filipina

Topan Nalgae, Lebih 100 Orang Tewas di Filipina

Komentar tentang post

TERBARU

Jalur Pelayaran Utama di Selat Hormuz Masih Terkontaminasi Ranjau Laut

PBB Evakuasi 2.500 Pelaut Melewati Selat Hormuz

Temuan Peneliti UNG Penderita Diabetes Tak Terkontrol Bisa Sebabkan Kebutaan

Korban Tewas Gempa Ganda Venezuela 920 Orang, 3.360 Terluka

Dua Badai Tropis Melintas di Jepang, Higos di Barat Daya Tokyo

Banyak Ingin Mengoleksi Ikan Raja Laut yang Ditemukan di Perairan Dekat Pulau Siladen

AmsiNews

REKOMENDASI

World Clean Up Day, Turis Asing Bersihkan Sampah Plastik di Pantai Gorontalo

Siklon Tropis Maila Mengarah ke Ujung Timur Papua Nugini

Tiga Menara Suar Diresmikan

BMKG: Hujan Ekstrem Memicu Banjir di Semarang

Rantai Pasok Perikanan dan Tantangan yang Dihadapi Nelayan di Indonesia

Perubahan Iklim Merusak Perekonomian Global

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.