Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan menyoroti fenomena Siklon Tropis Senyar yang melanda wilayah Sumatra di penghujung tahun 2025 lalu. Siklon Tropis Senyar memicu curah hujan yang melampaui batas normal dan mencatatkan rekor baru di beberapa wilayah.
“Siklon Senyar telah menghasilkan rekor curah hujan dasarian III November tertinggi sejak tahun 1991. Di Kecamatan Koto Tangah, Sumatra Barat, curah hujan selama periode bencana mencapai sekitar tiga kali lipat dari hujan normal di bulan November. Di Singkil Utara, Aceh, curah hujan mencapai dua kali lipat dari kondisi normalnya,” kata Ardhasena di Universitas Sumatra Utara, Selasa (10/2).
Dalam diskusi ilmiah bertajuk ”Perubahan Iklim Global Sebagai Pemicu Bencana di Sumatra pada November-Desember tahun 2025”, Ardhasena menjelaskan bahwa fenomena alam laiknya Siklon Tropis Senyar merupakan bagian dari tren pemanasan global yang konsisten.
Di sisi lain, tren perubahan iklim yang terjadi saat ini dibuktikan dengan berbagai catatan yang telah BMKG analisis.
Buktinya, menurut BMKG, tahun 2024 tercatat sebagai tahun terpanas di Indonesia dengan suhu rata-rata mencapai 27,5°C.
Sementara itu, tahun 2025 tercatat sebagai tahun terpanas urutan keenam (27,04°C) dalam sejarah pengamatan di Indonesia dengan anomali suhu +0,38°C di atas rata-rata periode normal 1991-2020.




