Area ini masih sedang diselidiki potensinya untuk berkembang menjadi siklon tropis. Belum dikeluarkan peringatan untuk sistem ini.
Sirkulasi Siklonik
Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika telah mengeluarkan pembaruan Kamis (4/8).
Sirkulasi Siklonik terpantau di Selat Karimata yang membentuk daerah pertemuan/ perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang dari Sumatera Selatan hingga perairan Kepulauan Karimata dan dari Kalimantan Tengah hingga Pulau Belitung.
Daerah konvergensi juga terpantau memanjang di Samudra Hindia barat Lampung-Bengkulu, Laut Natuna Utara, dari Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Utara, dari Sulawesi Barat hingga perairan timur Kalimantan Timur.
Kemudian, di Laut Sulawesi bagian barat, dari perairan utara Halmahera hingga perairan Kepulauan Talaud, di Papua, dan di Samudra Pasifik utara Jayapura-Biak.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.





Komentar tentang post