Perguruan tinggi memiliki kekuatan keilmuan dan sumber daya yang sangat penting dalam mendorong transformasi berbasis bukti, serta inovasi di berbagai sektor pembangunan daerah.
“BRIN melalui DRID ingin mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang bagaimana ITB selama ini terlibat dalam mendukung penyelesaian berbagai persoalan di daerah,” kata ujar Yopi.
Kemudian, kata Yopi, pola kolaborasi yang telah terjalin dengan pemerintah daerah (pemda). Sinergi antara akademisi dan pemda sangat krusial, untuk memastikan hasil riset dan pengabdian masyarakat benar-benar menjawab kebutuhan nyata di lapangan.
Yopi mengajak ITB untuk memperluas kerja sama dengan pemda, khususnya melalui BRIDA/Bapperida, agar kegiatan pengabdian masyarakat terintegrasi dalam sistem perencanaan dan penyelesaian permasalahan daerah.
Penguatan kolaborasi ini akan mendorong efektivitas pemanfaatan hasil riset dan inovasi, serta memperkuat ekosistem inovasi di tingkat lokal.
“Dukungan akademisi sangat kami butuhkan, terutama dalam membangun model kolaboratif penyelesaian masalah daerah,” ujarnya.
”ITB sebagai institusi riset dan teknologi unggulan di Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis daerah, dalam mengatasi tantangan pembangunan berbasis iptek dan inovasi.”




