Menjelang pemilu parlemen, tim Cek Fakta yang merupakan kolaborasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), dan Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo), mendampingi secara khusus pemeriksa fakta Timor Leste terkait identifikasi isu politik yang penting untuk diperiksa.
Hasil periksa fakta tersebut akan dipublikasikan di website dalam bahasa Tetum dan sebagian akan diterjemahkan dalam bahasa Inggris.
Associate Project Officer Communication and Information Unit UNESCO Jakarta Yekthi Hesthi Murthi, mengatakan dukungan UNESCO pada Timor-Leste Fact Check sebagai bentuk komitmen untuk akses informasi yang akurat bagi publik dan kemerdekaan pers, sekaligus berkontribusi pada proses pemilu yang fair, bebas dan demokratis termasuk Timor Leste.
“Pemilu di era digital menjadi tantangan tersendiri bagi banyak pihak karena diikuti dengan peredaran disinformasi/ misinformasi yang bertujuan di antaranya mengaburkan informasi yang akurat bagi publik dan menurunkan kredibilitas penyelenggara atau hasil pemilihan umum. Fact-checking diperlukan sebagai rujukan publik,” ujar Hesthi.
Ketua Presidium Mafindo, Septiaji Eko Nugroho, mengatakan pihaknya mendorong tumbuhnya ekosistem periksa fakta di Timor Leste dalam rangka Pemilu yang damai. Mafindo mengirim dua factchecker untuk transfer pengalaman, kapasitas sumber daya manusia, dan teknologi bagi aliansi periksa fakta Timor Leste sehingga diharapkan semakin memantapkan kerja periksa fakta yang sedang dibangun.





Komentar tentang post