Meski terdapat keterbatasan data akibat kendala teknis dan durasi pengamatan, ia menegaskan bahwa hasil penelitian ini tetap memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika oseanografi Laut Sulawesi.
Kepala Pusat Riset Laut Dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. A’an Johan Wahyudi, mengatakan, kerja sama antara BRIN dan IPB University dalam forum ini menjadi contoh penting sinergi antara lembaga riset dan akademisi.
“IPB berperan dalam penguatan dasar keilmuan dan pengembangan sumber daya manusia, sedangkan BRIN berfokus pada penguatan riset terapan dan infrastruktur observasi,” kata Aan dalam acara Deep-Sea Science Forum ke-3 bertema “Mengungkap Misteri Laut Nusantara” pada Selasa (5/5) di Jakarta.
Menurut Aan, Pusat Riset Laut Dalam BRIN memiliki mandat untuk memperkuat pemahaman ilmiah mengenai dinamika laut dalam Indonesia.
“Pengembangan teknologi seperti mooring, sensor bawah laut, serta integrasi data satelit dan model numerik menjadi bagian penting dalam dalam upaya memahami sistem laut yang kompleks dan sulit dijangkau secara langsung,” kata Aan, seperti dikutip dari Brin.go.id.
Riset laut dalam memerlukan pendekatan kolaboratif serta dukungan teknologi observasi yang memadai. Kolaborasi lintas disiplin dan lintas institusi menjadi prasyarat utama untuk mempercepat kemajuan riset laut dalam di Indonesia.




