Jumat, Mei 8, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

BMKG Identifikasi Sesar Baru Penyebab Gempa Sumedang

redaksi
9 Januari 2024
Kategori : Berita
0
BMKG Identifikasi Sesar Baru Penyebab Gempa Sumedang

Peta Kawasan rawan bencana gempa bumi Kabupaten Sumedang, 31 Desember 2023. GAMBAR: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi - Badan Geologi

Darilaut – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berhasil mengidentifikasi adanya sesar baru yang menjadi penyebab gempa Sumedang yang terjadi pada 31 Desember 2023. Sesar baru tersebut diketahui belum pernah terpetakan sebelumnya.

Seperti diketahui, Kabupaten Sumedang diguncang gempa bumi berkekuatan M4,8 dengan lokasi episenter pada koordinat 6,85 derajat LS dan 107,94 derajat BT, atau tepatnya di darat pada jarak 2 km Timur Laut dari pusat Kota Sumedang, Jawa Barat. Pusat gempa (hiposenter) pada kedalaman 5 km dari permukaan bumi.

Hasil monitoring dampak kerusakan akibat gempa secara visual (makroseismik) dan dengan menggunakan peralatan akselerograf, menunjukkan bahwa guncangan gempa bumi tersebut mencapai skala intensitas V-VI MMI (Modified Mercalli Intensity), yang berarti merupakan guncangan kuat dan menimbulkan kerusakan.

Hasil analisa BMKG, gempa bumi tersebut diawali dengan 2 gempa pendahuluan, yang terjadi pada pukul 14.35 WIB berkekuatan M4,1 dan pukul 15,38 WIB berkekuatan M3,4, kemudian diikuti beberapa kali gempa susulan dengan kekuatan bervariasi antara M2,4 – 4,5.

Gempa bumi yang terjadi pada 31 Desember lalu, merupakan gempa bumi kerak dangkal (shallow crustal earthquake) akibat aktivitas sesar aktif, dengan mekanisme sumber merupakan kombinasi antara pergerakan mendatar dan naik (oblique thrust fault), berarah cenderung Utara-Selatan.

Halaman 1 dari 5
12...5Selanjutnya
Tags: BMKGGempa DaratGempa SumedangJawa BaratPVMBGSesar Baru
Bagikan9Tweet1KirimKirim
Previous Post

Udang Beku Indonesia Kena Tuduhan Antidumping di AS

Next Post

Benar, Klaim Anies Baswedan bahwa Tiongkok Memanfaatkan Beberapa Negara di ASEAN untuk Mempertahankan Pengaruhnya di Laut Cina Selatan

Postingan Terkait

Badai tropis Toraji Terbentuk di Laut Filipina

Badai Tropis Hagupit Berada di Utara Papua

8 Mei 2026
Krisis Iklim: Bumi Memanas

Krisis Iklim: Bumi Memanas

8 Mei 2026

Grafik Krisis Iklim: Gas Rumah Kaca

UNG Membuka Pendaftaran Mahasiswa Baru Berprestasi Tanpa Terbebani Biaya Kuliah

Badai Tropis Hagupit Terletak di Selatan Guam

Bahasa Gorontalo Mulai Tersingkir, Dosen UNG Giatkan Penyelamatan Dari Ancaman Kepunahan

Era Baru yang Berbahaya Bagi Jurnalis

Potensi Hujan di Bulan Mei

Next Post
Benar, Klaim Ganjar Pranowo soal Anggaran Pertahanan Indonesia Belum Mencapai 1-2 persen Dari PDB

Benar, Klaim Anies Baswedan bahwa Tiongkok Memanfaatkan Beberapa Negara di ASEAN untuk Mempertahankan Pengaruhnya di Laut Cina Selatan

TERBARU

Badai Tropis Hagupit Berada di Utara Papua

Krisis Iklim: Bumi Memanas

Grafik Krisis Iklim: Gas Rumah Kaca

UNG Membuka Pendaftaran Mahasiswa Baru Berprestasi Tanpa Terbebani Biaya Kuliah

Badai Tropis Hagupit Terletak di Selatan Guam

Bahasa Gorontalo Mulai Tersingkir, Dosen UNG Giatkan Penyelamatan Dari Ancaman Kepunahan

AmsiNews

REKOMENDASI

Foto: Lumba-Lumba Albino

Negara Pulau dan Kepulauan Membahas Perubahan Iklim

BNPB-UGM Pasang Sistem Peringatan Dini Banjir dan Longsor

BMKG Menggagas Pusat Koordinasi Multi Bahaya Asia Tenggara

Irdham Awie, Penjaga Pinisi Pusaka Indonesia

KRI Sultan Hasanuddin 366 Evakuasi Warga Lebanon di Laut Mediterania

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.