Minggu, September 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Dr Hawis: di Kedalaman 100 Meter Banyak Organisme Laut yang Menarik Dikaji

redaksi
17 Juni 2020
Kategori : Berita
0
Dr Hawis: di Kedalaman 100 Meter Banyak Organisme Laut yang Menarik Dikaji

Bunga karang raksasa, Salvador Dali, di Kawasan Konservasi Laut Olele Bone Bolango, Gorontalo. FOTO: YUNIS AMU

Darilaut – Sekretaris Program Studi Ilmu Kelautan Sekolah Pascasarjana IPB University, Dr Hawis H Madduppa, mengatakan, organisme mikro hingga makro tersebar luas di kedalaman laut. Terlebih lagi di kedalaman 100 meter, ada banyak organisme laut yang lebih menarik untuk dikaji.

Hal ini disampaikan dalam webinar The Ocean Voice dengan tema “Riset Biodiversitas Laut di Pascasarjana”, Minggu (14/6). Kegiatan ini selenggarakan Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University.

Menurut Hawis, seperti dilansir Ipb.ac.id, Selasa (16/6), manfaat riset biodiversitas akan mengantarkan dalam penerapan dibidang ilmu yang lain. Seperti bidang biomedis, pengkajian biodiversitas merujuk kepada spesies introduksi atau invasi yang dapat dijadikan sumber obat-obatan berdasarkan zat-zat yang ada.

Selanjutnya, cara menggunakan visual sensus hingga teknik menggunakan teknologi seperti drone atau ROV (Remotely Operated Vehicle) untuk melihat sebaran spesies. Enviromental DNA barcoding menggunakan DNA juga biasa digunakan untuk mengetahui spesies apa saja yang berada di perairan.

Hingga saat ini, kata Hawis, program studi pascasarjana ilmu kelautan telah bekerjasama dengan pihak dalam dan luar negeri. Misalnya dengan University of California atau tahun ini dengan program doublé degree bersama National Sun Yat-sen University Taiwan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BiodiversityDNA BarcodingIPB UniversityTerumbu Karang
Bagikan16Tweet5KirimKirim
Previous Post

Migaloo, Paus Bungkuk Putih Spektakuler

Next Post

4 Spesies Tuna di Maluku Utara Berasal dari Satu Keturunan

Postingan Terkait

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

6 September 2026
Dentuman Gunung Anak Krakatau

Dentuman Gunung Anak Krakatau

6 September 2026

Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

Aroma Terapi Dari Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis Dapat Redakan Kecemasan Ibu Hamil

Hurikan Lowell Mendekati Kepulauan Hawaii Sebagai Badai Kategori 4

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

Peta Afrika Tampak Kecil, Tidak Sesuai Ukuran Asli

Next Post
4 Spesies Tuna di Maluku Utara Berasal dari Satu Keturunan

4 Spesies Tuna di Maluku Utara Berasal dari Satu Keturunan

Komentar tentang post

TERBARU

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

Dentuman Gunung Anak Krakatau

Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

Aroma Terapi Dari Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis Dapat Redakan Kecemasan Ibu Hamil

Hurikan Lowell Mendekati Kepulauan Hawaii Sebagai Badai Kategori 4

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

AmsiNews

REKOMENDASI

Hari ini, 8 Hiu Paus Terlihat di Botubarani

Korban Tewas Banjir dan Longsor Sumatra 1.016 Orang, Hilang 212

Pemerintah Diharapkan Menjamin Alat pelindung Diri Tenaga Medis

Ikan Raja Laut Coelacanth Kembali Ditemukan di Raja Ampat

Penyu Raksasa Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Negeri Asilulu, Maluku

Ada 600 Kasus Dugaan Virus Ebola Bundibugyo dan 139 Kematian

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.