Minggu, Oktober 25, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Dua Bahaya Sampah Antariksa

redaksi
1 September 2022
Kategori : Berita
0
Serpihan Roket yang Jatuh di Kalimantan Barat Milik China National Space Administration

Serpihan roket Long March 5B (CZ-5B) itu milik China National Space Administration (CNSA) jatuh di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. FOTO: LAPAN.GO.ID

Darilaut – Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika Pusat Riset Antariksa – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin Thomas, mengatakan, ada dua bahaya sampah antariksa yaitu ketika di orbit dan ketika jatuh.

Pada saat mengorbit, kata Thomas, ada potensi sampah antariksa bertabrakan dengan satelit aktif. Ini akan menimbulkan masalah pada satelit aktif tersebut sehingga ada upaya untuk membatasi sampah antariksa.

Bahaya lainnya yaitu ketika jatuh di permukaan bumi, bisa dilihat dari segi ukuran bisa sampai berton-ton. Ini berpotensi membahayakan, tetapi kejadiannya langka.

“Contoh di Madura dulu sampah antariksa milik Space-X Amerika jatuh tapi di kandang domba. Potensi bahaya bisa dilihat dari diameter objek dan potensinya kecil sekali,” ujar Thomas, Senin (29/8).

Dari segi pemantauan sampah antariksa itu dilakukan oleh Pusat Riset Antariksa BRIN. Obyek yang ketinggian mendekati 120 km lebih intensif dipantau. Belum ada model di dunia ini yang bisa menentukan titik jatuh secara akurat.

“Sampah antariksa adalah bekas roket atau pecahan roket yang bertabrakan, bisa juga satelit yang sudah tidak beroperasi. Jumlahnya saat ini sudah sekitar 20.000 lebih,” kata Thomas, dalam Dialog Obrolan Fakta Ilmiah Populer dalam Sains Antariksa yang dipandu Muhtar Gunawan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BRINProf Thomas DjamaluddinSampah Antariksa
Bagikan20Tweet1KirimKirim
Previous Post

Topan Super Hinnamnor Mendekati Kepulauan Ryukyu, Jepang

Next Post

Tahun 1981 Sampah Antariksa Rusia Pernah Jatuh di Gorontalo

Postingan Terkait

Badai Tropis In-fa Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

Badai Tropis In-fa Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

25 Oktober 2026
6 Penghasil Emisi Gas Rumah Kaca Terbesar di Dunia, Salah satunya Indonesia

6 Penghasil Emisi Gas Rumah Kaca Terbesar di Dunia, Salah satunya Indonesia

25 Oktober 2026

Pemanasan Global Melampaui Perjanjian Paris

Dosen UNG Wakili Indonesia dalam Program Marikultur di Cina

Mahasiswa Asal Aljazair Bergabung di Prodi Sistem Informasi UNG

Topan Champi Terus Melemah di Laut Cina Timur

Mengindari Lonjakan Suhu dan Meminimalkan Dampak Perubahan Iklim

Topan Champi Menyebabkan Kantor dan Sekolah Tutup di Taiwan, Penerbangan Dibatalkan

Next Post
Roket Pendorong China Masuk Kembali ke Bumi

Tahun 1981 Sampah Antariksa Rusia Pernah Jatuh di Gorontalo

Komentar tentang post

TERBARU

Badai Tropis In-fa Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

6 Penghasil Emisi Gas Rumah Kaca Terbesar di Dunia, Salah satunya Indonesia

Pemanasan Global Melampaui Perjanjian Paris

Dosen UNG Wakili Indonesia dalam Program Marikultur di Cina

Mahasiswa Asal Aljazair Bergabung di Prodi Sistem Informasi UNG

Topan Champi Terus Melemah di Laut Cina Timur

AmsiNews

REKOMENDASI

3 Bibit Siklon Tropis Berada Dekat Kepulauan Mariana Utara dan Guam

Gempa yang Mengguncang Bitung M7,6 Berpotensi Tsunami

Banjir dan Longsor, 3 Kecamatan Terisolir di Bolaang Mongondow Selatan

Mutiara

Susi Pudjiastuti Pembicara di Forum Global Leading Women for the Ocean, Jepang

Asani, Badai Siklon Sangat Parah di Teluk Benggala

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.