Rabu, September 9, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Tahun 1981 Sampah Antariksa Rusia Pernah Jatuh di Gorontalo

redaksi
1 September 2022
Kategori : Berita
0
Roket Pendorong China Masuk Kembali ke Bumi

Render dari stasiun luar angkasa Tiangong China. FOTO: CMSA/UNIVERSETODAY.COM

Darilaut – Beberapa sampah antariksa pernah jatuh di wilayah Indonesia. Salah satunya sampah antariksa milik Rusia yang jatuh di Gorontalo pada tahun 1981.

Wilayah lain di Lampung juga sampah antariksa milik Rusia tahun 1988. Kemudian, tahun 2004 di Bengkulu milik RRT.

Selanjutnya, pada tahun 2016 sampah antariksa milik Amerika jatuh di Sumenep Madura, di Sumatera Barat milik RRT tahun 2017 dan belum lama ini di Kalimantan Barat milik RRT tahun 2022.

Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika Pusat Riset Antariksa – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin, mengatakan, kasus sampah antariksa yang jatuh di Sanggau, Kalimantan Barat akhir Juli 2022 lalu itu sekitar satu jam sebelumnya prakiraan re-entry di Samudera Hindia.

Hal ini dijelaskan Thomas saat Dialog Obrolan Fakta Ilmiah Populer dalam Sains Antariksa yang dipandu Muhtar Gunawan, Senin (29/8).

Untuk jatuh ke permukaan bumi melintas mulai dari Sumatera bagian selatan, Bangka Belitung, sampai Kalimantan Barat, bisa jadi pecahan 20 ton itu tersebar.

Video yang di laporkan di Serawak hanya teramati saja begitu juga di Lampung. Ada kemungkinan pecahan lainnya jatuh di hutan atau laut.
Jika sampah antariksa itu tidak menggunakan bahan bakar nuklir maka tidak akan ada indikasi radiasi.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: BRINCinagorontaloKalimantan BaratRoketRusiaSampah Antariksa
Bagikan3Tweet1KirimKirim
Previous Post

Dua Bahaya Sampah Antariksa

Next Post

Terkuat Tahun Ini, Siklon Tropis Hinnamnor Jadi Ancaman di Beberapa Negara

Postingan Terkait

Satelit Copernicus Sentinel-2 Merekam Letusan Gunung Anak Krakatau

Satelit Copernicus Sentinel-2 Merekam Letusan Gunung Anak Krakatau

9 September 2026
Dentuman Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Erupsi Rabu Dini Hari

9 September 2026

BMKG Pastikan Ruang Udara dan Area Landasan Bandara Aman Dari Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi

Sejumlah Bandara Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mulai Dibuka

Sejumlah Wilayah di Indonesia Terdampak Abu Vulkanik dan Asap Karhutla

Tiga Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNG Ikut Lomba Penulisan Puisi, Monolog dan Lukis Tingkat Nasional

27 Mahasiswa UNG Siap Tampil Dalam Lomba Pekan Seni Mahasiswa Nasional di Universitas Jember

Next Post
Topan Super Hinnamnor Mendekati Kepulauan Ryukyu, Jepang

Terkuat Tahun Ini, Siklon Tropis Hinnamnor Jadi Ancaman di Beberapa Negara

Komentar tentang post

TERBARU

Satelit Copernicus Sentinel-2 Merekam Letusan Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Erupsi Rabu Dini Hari

BMKG Pastikan Ruang Udara dan Area Landasan Bandara Aman Dari Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi

Sejumlah Bandara Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mulai Dibuka

Sejumlah Wilayah di Indonesia Terdampak Abu Vulkanik dan Asap Karhutla

AmsiNews

REKOMENDASI

Bibit Siklon Tropis 91W Berdampak Hujan dan Angin Kencang di Maluku Utara dan Papua Barat

Cara Menghitung Kerusakan Terumbu Karang Akibat Tabrakan Kapal, Kasus Caledonian Sky

Malaysia Ingin Belajar Pemberantasan Illegal Fishing dari Satgas 115

Topan Super Sinlaku Bawa Angin Kencang dan Gelombang Tinggi di Kepulauan Mariana Utara

Hiu Putih Takluk Pada Paus Orca, Ini Predator Teratas di Lautan

Presiden: Rehabilitasi Mangrove untuk Pemulihan Lingkungan dan Mitigasi Iklim

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.