Laporan ini akan menjadi acuan utama bagi para negosiator iklim internasional dan pembuat kebijakan di seluruh dunia.
“Terlibat dalam IPCC bukan hanya pengalaman ilmiah, akan tetapi juga mengenai sebuah filosofis,” ujar Intan.
“Saya belajar bahwa inklusivitas itu penting. Yakni, mendengarkan pendapat yang beragam, meski prosesnya lebih panjang. Ini untuk menghasilkan keputusan bersama yang bisa dijalankan semua pihak.”
Intan dan Edvin akan berkontribusi dalam Working Group I (WGI), yang fokus pada dasar-dasar ilmiah fisik dari perubahan iklim.
Edvin, yang juga merupakan Wakil Ketua WGI, ditunjuk sebagai Review Editor untuk Bab 6, mengenai Proyeksi Global terhadap Respons Sistem Bumi dalam Berbagai Skala Waktu.
Sedangkan Intan, yang sebelumnya menjadi penulis utama pada bab tentang Samudra dan Kenaikan Muka Laut pada AR6, kini ditunjuk sebagai Review Editor untuk Bab 2, mengenai Perubahan Skala Besar dalam Sistem Iklim dan Penyebabnya.
Sebagai Review Editor, peran mereka krusial dalam memastikan bahwa seluruh masukan, termasuk dari pemerintah negara-negara, ditanggapi dengan cermat dan adil.
Tugas ini menuntut pemahaman menyeluruh terhadap isu-isu teknis dan ilmiah, serta kemampuan menjaga integritas proses penyusunan laporan.
Keterlibatan ilmuwan Indonesia dalam tim utama IPCC menunjukkan pengakuan dunia terhadap kapasitas riset iklim Indonesia. Ini sekaligus menegaskan kontribusi nyata Indonesia dalam upaya global menghadapi krisis iklim.




