Untuk rumah dengan kategori rusak ringan, BNPB memberikan dukungan sebesar Rp15 juta, sedangkan rumah rusak sedang mendapatkan dukungan sebesar Rp30 juta. Sementara itu, bagi masyarakat yang rumahnya mengalami rusak berat, pemerintah akan memberikan hunian tetap sebagai solusi jangka panjang.
Sambil menunggu proses pembangunan hunian tetap, BNPB juga menyiapkan pilihan tempat tinggal sementara bagi warga yang rumahnya rusak berat.
Masyarakat dapat memperoleh dana tunggu hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga atau memilih hunian sementara (huntara) sebagai alternatif tempat tinggal hingga hunian tetap selesai dibangun.
Di sisi lain, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Pulau Palue juga menjadi perhatian pemerintah.
Dalam kunjungan tersebut, Kepala BNPB menyerahkan bantuan sembako dan kebutuhan dasar lainnya kepada warga terdampak. Distribusi bantuan akan terus dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi akses menuju wilayah kepulauan tersebut.
Khusus untuk kebutuhan beras, pemerintah juga memastikan dukungan akan terus diberikan selama masa pemulihan awal. Pulau Palue bukan merupakan wilayah penghasil beras, sehingga pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat perlu mendapatkan perhatian khusus.
Untuk itu, BNPB akan bersinergi dengan Perum Bulog guna memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat selama satu bulan ke depan.




