Darilaut – Dukungan bantuan dan pemulihan kehidupan masyarakat di Pulau Palue Kabupaten Sikka, korban gempa bumi magnitudo (M) 7,7 Laut Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pulau Palue merupakan salah satu wilayah yang merasakan dampak gempa cukup kuat dan tsunami karena lokasinya relatif dekat dengan pusat gempa yang terjadi pada Sabtu (15/8).
Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang beragam. Di tengah proses pemulihan, sejumlah warga masih memilih mendirikan tenda secara mandiri di sekitar rumah sebagai tempat beristirahat sementara karena masih diliputi rasa khawatir untuk kembali menempati rumah.
Pada Jumat (21/8), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, mengunjungi Pulau Palue di Desa Ladolaka, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus memastikan penanganan berjalan hingga ke wilayah yang berada di luar daratan Pulau Flores.
Guncangan gempa susulan masih dirasakan masyarakat. Kondisi psikologis warga menjadi perhatian pemerintah, terlebih setelah sebelumnya Desa Ladolaka sempat mengalami keterisolasian akibat akses utama tertutup material longsor yang dipicu oleh gempa.
Namun, kondisi tersebut kini berangsur membaik. Tiga unit ekskavator telah dikerahkan untuk membersihkan material longsor sehingga jalur yang sebelumnya terputus dapat kembali tersambung dan mulai dilalui masyarakat.




