Sabtu, Oktober 17, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Dunia Sedang Mengobarkan Perang Terhadap Alam

redaksi
16 Oktober 2026
Kategori : Berita, Iklim
0
UNESCO Melatih Hampir 200 Ribu Orang Mengenai Pendidikan Kelautan

Mangrove di pesisir dan laut. FOTO: DARILAUT.ID

Kemajuan juga masih lambat dalam hal pendanaan, keterampilan, kerja sama, dan data, serta dalam penyediaan insentif ekonomi yang memberikan imbalan bagi upaya perlindungan alam, alih-alih perusakan alam.

“Kabar buruk ini berarti perang terhadap alam belum berakhir,” ujar Guterres saat peluncuran laporan tersebut di Yerevan.

Meski demikian, terdapat sejumlah kemajuan sejak tahun 2022.

Hampir 90 persen negara yang menjadi pihak dalam Konvensi Keanekaragaman Hayati telah menetapkan target nasional, dan lebih dari separuhnya telah menyusun rencana sendiri untuk mencapainya.

Lebih dari 70 persen negara telah mengukur dan melaporkan hasil capaian mereka. Masyarakat adat, komunitas lokal, otoritas regional dan kota, lembaga amal, serta dunia usaha telah menyampaikan sekitar 5.000 komitmen—meskipun laporan tersebut memperingatkan adanya kesenjangan serius antara ambisi dan tindakan nyata.

Laporan tersebut menyatakan bahwa untuk menutup kesenjangan itu, negara-negara berkembang memerlukan dukungan dana dan keahlian dalam skala yang jauh lebih besar.

Pemerintah perlu menghapus subsidi yang merusak alam, memperkuat perlindungan sosial, mengalihkan anggaran untuk upaya pelestarian alam, serta bekerja sama dengan sektor swasta dalam menyusun aturan pengungkapan informasi yang tegas.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: António GuterresCOP17keanekaragaman hayati
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

El Niño Menjadi Sorotan Utama pada Hari Pangan Sedunia

Next Post

Mahasiswa Arsitektur UNG Raih Prestasi Kompetisi Taiwan International Student

Postingan Terkait

Pemutihan Karang Massal Setelah Peristiwa El Niño di Raja Ampat

Pemutihan Karang Massal Setelah Peristiwa El Niño di Raja Ampat

17 Oktober 2026
El Niño Akan Memberikan Dorongan Ekstra pada Suhu Global

El Niño Menambah Panas Lautan Mengkhawatirkan Bagi Sektor Perikanan

17 Oktober 2026

Mahasiswa Arsitektur UNG Raih Prestasi Kompetisi Taiwan International Student

El Niño Menjadi Sorotan Utama pada Hari Pangan Sedunia

Badai Tropis Champi Terbentuk di Timur Tenggara Guam

CPJ dan CIVICUS Desak Presiden Prabowo Berhenti Melemahkan Kebebasan Pers

El Niño Masih Sangat Kuat, Anomali Suhu Muka Laut Mencapai +3,33°C

Asap Menyebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua

Next Post
Mahasiswa Arsitektur UNG Raih Prestasi Kompetisi Taiwan International Student

Mahasiswa Arsitektur UNG Raih Prestasi Kompetisi Taiwan International Student

TERBARU

Pemutihan Karang Massal Setelah Peristiwa El Niño di Raja Ampat

El Niño Menambah Panas Lautan Mengkhawatirkan Bagi Sektor Perikanan

Mahasiswa Arsitektur UNG Raih Prestasi Kompetisi Taiwan International Student

Dunia Sedang Mengobarkan Perang Terhadap Alam

El Niño Menjadi Sorotan Utama pada Hari Pangan Sedunia

Badai Tropis Champi Terbentuk di Timur Tenggara Guam

AmsiNews

REKOMENDASI

Ilmuwan Temukan Rumput Laut Sebagai Peredam Suara yang Ramah Lingkungan

Kemenhub, Keselamatan Pelayaran Butuh Komitmen Bersama

Glaukoma, Penyakit Tanpa Gejala Penyebab Kebutaan di Indonesia

Mendarat di Pantai Queensland Topan Kirrily Melemah di Pedalaman Australia

Ingin Wisata Elok di Laut Olele, Ini Pesan Mahasiswa Pertukaran

Prof Indra Jaya: 1973, Tonggak Pengelolaan Sumberdaya Ikan di Indonesia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.