Darilaut – Saat ini keanekaragaman hayati menghadapi ancaman serius. Padahal, keanekaragaman hayati sangat penting untuk kehidupan di Bumi.
Sebagai pengingat, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan tanggal 22 Mei setiap tahunnya sebagai Hari Keanekaragaman Hayati Internasional atau International Day for Biological Diversity.
Tahun ini, tema hari Keanekaragaman Hayati “Harmoni dengan Alam dan Pembangunan Berkelanjutan”. Tema ini menyoroti bagaimana rencana alam terhubung dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Kedua agenda tersebut harus maju bersama karena saling mendukung.
Tema tersebut juga menyoroti bagaimana Kerangka Kerja mendukung tujuan global untuk masa depan yang lebih baik dan mengingatkan untuk mengambil tindakan segera untuk melindungi alam.
Pada Desember 2022, negara-negara di seluruh dunia berkumpul dan menyepakati rencana global untuk mengubah hubungan kita dengan alam. Adopsi Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal, menetapkan 23 target untuk tahun 2030 dan 5 tujuan global untuk tahun 2050 untuk menghentikan dan membalikkan hilangnya alam dalam 25 tahun.
Di antara tujuannya: memulihkan 20% ekosistem yang terdegradasi dan mengurangi pengenalan atau pemukiman spesies asing invasif sebesar 50%. Ekosistem alami yang sehat dan dinamis sangat berperan dalam melindungi keanekaragaman hayati.




