Sabtu, Januari 17, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Ternyata Bulan Pernah Menghilang di Langit Malam Tanpa Jejak

redaksi
21 April 2022
Kategori : Berita
0
Sabtu Dinihari Gerhana Bulan Penumbra, Selama 3 Jam 18 Menit

Bulan Purnama. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Hampir 1.000 tahun yang lalu, Bulan pernah menghilang dari langit malam tanpa jejak dan tidak terlihat selama berbulan-bulan.

Bulan adalah benda langit yang mengorbit Bumi. Karena sumber cahaya Bulan yang terlihat dari Bumi adalah pantulan sinar Matahari, bentuk Bulan yang terlihat dari Bumi akan berubah-ubah.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) perubahan bentuk Bulan yang tampak dari Bumi ini disebut dengan fase-fase Bulan. Dari sejumlah fase Bulan, terdapat empat fase utama.

Fase bulan baru, fase setengah purnama awal (perempat pertama), fase purnama, dan fase setengah purnama akhir (perempat akhir).

Periode revolusi Bulan pada bidang orbitnya dihitung dari posisi fase bulan baru ke fase setengah purnama awal ke fase purnama ke fase setengah purnama akhir dan kembali ke fase bulan baru disebut sebagai periode sinodis, yang secara rata-rata ditempuh dalam waktu 29,53059 hari (29 hari 12 jam 44 menit 03 detik).

Bentuk orbit Bulan saat Bulan mengelilingi Bumi adalah ellips. Akibatnya pada suatu saat Bulan akan berada pada posisi terdekat dari Bumi, yang disebut sebagai perige, dan pada saat lain akan berada pada posisi terjauh dari Bumi, yang disebut sebagai apoge.

Periode revolusi Bulan pada bidang orbitnya dihitung dari posisi perige ke apoge dan kembali ke perige disebut sebagai periode anomalistik, yang secara rata-rata ditempuh dalam waktu 27,55455 hari (27 hari 13 jam 18 menit 33 detik).

Halaman 1 dari 5
12...5Selanjutnya
Tags: AstronomiBulanBulan Menghilang
Bagikan18Tweet11KirimKirim
Previous Post

Ambon Ekspor Kerapu Hidup ke Hongkong

Next Post

Fenomena Langit Akhir April, Bulan dan 4 Planet Terlihat Sejajar

Postingan Terkait

3 Bibit Siklon Tropis Berkembang di Samudra Hindia, Dekat Indonesia

Bibit Siklon Tropis 97S Terletak di Wilayah Top End Australia

17 Januari 2026
Badai Tropis Nokaen Dapat Berdampak Hujan di Gorontalo dan Gelombang Tinggi di Talaud

Badai Tropis Nokaen Mendekati Pulau Catanduanes Filipina

17 Januari 2026

PBB Menyoroti 11 Tahun Berturut Rentetan Pemanasan Global

UNDP: Kapal Listrik Tenaga Surya Solusi Bagi Nelayan Kecil

Bibit Siklon Tropis 96S Bawa Gelombang Laut di Selatan Jawa

Berkah Laut Panen Gurita Berat Hampir Setengah Ton di Torosiaje Teluk Tomini

Ini Logo Dies Natalis ke-33 Universitas Negeri Gorontalo

Bibit Siklon Tropis 97S Berkembang di wilayah Top End Australia, Berdampak Hujan dan Gelombang Tinggi di Indonesia

Next Post
Fenomena Langit Akhir April, Bulan dan 4 Planet Terlihat Sejajar

Fenomena Langit Akhir April, Bulan dan 4 Planet Terlihat Sejajar

Komentar tentang post

TERBARU

Bibit Siklon Tropis 97S Terletak di Wilayah Top End Australia

Badai Tropis Nokaen Mendekati Pulau Catanduanes Filipina

PBB Menyoroti 11 Tahun Berturut Rentetan Pemanasan Global

UNDP: Kapal Listrik Tenaga Surya Solusi Bagi Nelayan Kecil

Bibit Siklon Tropis 96S Bawa Gelombang Laut di Selatan Jawa

Berkah Laut Panen Gurita Berat Hampir Setengah Ton di Torosiaje Teluk Tomini

AmsiNews

REKOMENDASI

Gempa Banten Merusak 1.378 Rumah

Indonesia Kirim 50,5 Ton Bantuan Obat-obatan dan Berbagai Peralatan ke Vanuatu

Topan Khanun Meninggalkan Banjir dan Tanah Longsor di Korea Selatan

Topan Koinu Mendekati Hong Kong

Topan Kajiki Berada di Dekat Pulau Hainan, Akan Menerjang Pantai Vietnam Senin Besok

Nelayan Kota Gorontalo Berinovasi Menangkap Tuna

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.