Selasa, Oktober 27, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Dwi Listyo Rahayu, Satu-Satunya Taksonom Kelomang di Indonesia

redaksi
24 Agustus 2021
Kategori : Berita, Biota Eksotis
0
Dwi Listyo Rahayu, Satu-Satunya Taksonom Kelomang di Indonesia

Kelomang. FOTO: OSEANOGRAFI.LIPI.GO.ID

“Saya ingin mengerjakan krustasea dan yang banyak orang krustasea itu di Paris,” kata Yoyo seperti dikutip dari Lipi.go.id.

Kendati demikian, Yoyo justru ditawari untuk meneliti kelomang. “Kalau saya lihat kala itu, waktu saya kuliah di Universite Pierre & Marie Curie, Paris VI, Paris, kelomang ternyata menarik sekali, unik, dan tidak banyak yang mengerjakan apalagi dari Indonesia. Publikasinya pun hampir tidak ada,” kata perempuan kelahiran Mojokerto 1957 ini seperti dikutip dari Oseanografi.lipi.go.id.

Profesor Riset Dwi Listyo Rahayu. FOTO: OSEANOGRAFI.LIPI.GO.ID

Banyak fungsi kelomang di alam. Begitupula dengan kepiting. Peluang untuk mengerjakan penelitian ini sangat besar.

Yoyo mengajak kita semua untuk menjaga lingkungan sesuai kemampuan masing-masing. Sehingga, keberlanjutan sumber daya laut sebagai sumber kehidupan di masa mendatang tetap terjaga.

“Biodiversitas harus kita jaga, karena dalam waktu bersamaan kita dapat mempelajari bagaimana memanfaatkannya sesuai kebutuhan manusia,” katanya.

Sebagai contoh spesies kepiting kelapa atau ketam kenari (Birgus latro) yang termasuk dalam kelomang yang dapat dijadikan peliharaan dalam akuarium.

Jika mampu membudidayakannya akan menjadi prospek ekonomi yang besar. Masalahnya, sekarang spesies ini masuk dalam daftar The International Union for Conservation of Nature Red List of Threatened Species atau IUCN Red List. Hal ini karena siklus hidupnya belum diketahui secara tuntas.

Halaman 3 dari 5
Sebelumnya12345Selanjutnya
Tags: Dwi Listyo RahayuKelomangKepitingKrustaseaLIPI
Bagikan5Tweet3KirimKirim
Previous Post

TNI Angkatan Laut Menggelar Vaksinasi Bagi Nelayan di Tengah Laut

Next Post

Lumba-Lumba Merah Muda

Postingan Terkait

Sinyal Curah Hujan November 2026 – Januari 2027

Sinyal Curah Hujan November 2026 – Januari 2027

26 Oktober 2026
Suhu Permukaan Seluruh Daratan Dunia November 2026 – Januari 2027

Suhu Permukaan Seluruh Daratan Dunia November 2026 – Januari 2027

26 Oktober 2026

Menuju Kondisi El Niño yang Lebih Kuat Desember 2026

Tropical Storm In-fa Intensifies into a Typhoon near the Marshall Islands in the Western Pacific

Kreativitas Mahasiswa KKN UNG Olah Pangan Lokal Biji Teratai

Miliaran Orang Terganggu Kehidupannya Akibat Hilangnya Keanekaragaman Hayati

Badai Tropis In-fa Menguat Menjadi Topan di Samudra Pasifik Barat

Badai Tropis In-fa Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

Next Post
Lumba-Lumba Merah Muda

Lumba-Lumba Merah Muda

Komentar tentang post

TERBARU

Sinyal Curah Hujan November 2026 – Januari 2027

Suhu Permukaan Seluruh Daratan Dunia November 2026 – Januari 2027

Menuju Kondisi El Niño yang Lebih Kuat Desember 2026

Tropical Storm In-fa Intensifies into a Typhoon near the Marshall Islands in the Western Pacific

Kreativitas Mahasiswa KKN UNG Olah Pangan Lokal Biji Teratai

Miliaran Orang Terganggu Kehidupannya Akibat Hilangnya Keanekaragaman Hayati

AmsiNews

REKOMENDASI

Besok, 13 Juta Relawan Bersih-Bersih Indonesia

Dari Mana Datangnya Ikan Mackerel

Melihat Sejenak Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Leato Selatan Berbiaya Rp 11,2 Miliar

Suhu Global Telah Melebihi Ambang Batas 2°C

Wahai Nelayan, Ini yang Gratis di Perhubungan Laut …

Penutupan 8 Bandara Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau, Menhub: Pastikan Pemeriksaan Pesawat Sebelum Beroperasi

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.