Ini tidak hanya persoalan naiknya permukaan laut, melainkan juga bagaimana dampak ekologis atas sumberdaya kelautan.
Aldrian adalah peneliti, akademisi, birokrat, lobbier dan negosiator. Belajar, mendengar, membaca dan meneliti telah menjadi bagian dari hidupnya.
“Saya banyak belajar dari berbagai pakar dan ahli dari seluruh dunia, dari pedagang pasar di Istanbul, Professor di Taiwan hingga seorang migran di Brasil,” kata Aldrian.
Itu sebabnya, Aldrian menerima Habibie Award tahun ini. Pada 13 November, Aldrian bersama dua ilmuwan menerima Penganugerahan Habibie Award Periode XX – Tahun 2018 dari Yayasan Sumber Daya Manusia dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (SDM-Iptek) The Habibie Center.
Ketiga ilmuwan ini telah berjasa dalam pengembangan IPTEK di Tanah Air. Masing-masing Prof Dr Eng Mikrajuddin Abdullah (bidang ilmu dasar) dan Prof dr Rovina Ruslami SpP, PhD (ilmu kedokteran) dan Prof dr Edvin Aldrian BEng, MSc (ilmu rekayasa).
Aldrian menjalani hidup apa adanya. Habibie Award ini sebagai bentuk kepercayaan dan penghargaan karena dinilai sangat aktif dan berjasa besar dalam menemukan, mengembangkan, dan menyebarluaskan berbagai kegiatan IPTEK yang baru. Ilmu pengetahuan ini bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan, keadilan dan perdamaian.





Komentar tentang post