Peristiwa El Niño tahun ini merupakan yang pertama sejak peluncuran misi PACE pada tahun 2024, yang memberikan perspektif baru mengenai fenomena tersebut. Instrumen Ocean Color Instrument (OCI) yang terpasang pada satelit PACE mengamati lautan dalam spektrum warna yang sangat rinci—mencakup ratusan panjang gelombang cahaya tampak, inframerah dekat, dan ultraviolet—untuk memantau fitoplankton serta perubahan warna laut lainnya secara hampir waktu nyata (near-real time).
Dengan menggunakan data dari PACE, para peneliti menghitung warna rata-rata lautan dengan menyederhanakan spektrum cahaya menjadi satu angka, yang disebut sebagai panjang gelombang tampak semu (apparent visible wavelength).
Peta tahun 2026 menunjukkan area berwarna hijau di sepanjang khatulistiwa di Samudra Pasifik bagian barat menyusut dan digantikan oleh warna yang lebih biru, yang menandakan berkurangnya jumlah fitoplankton. Sebaliknya, peta dari tahun 2025 memperlihatkan bahwa bagian yang berwarna hijau tersebut tetap stabil dari waktu ke waktu.
“Kita mungkin sudah memiliki perkiraan tentang apa yang akan terjadi,” ujar Kehrli seperti dikutip dari Science.nasa.gov yang dituis Erica McNamee.
“Namun, melihat hasilnya secara langsung melalui data yang sedang kita olah secara waktu nyata sungguh memuaskan.”




