Senin, Mei 25, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Tips & Trip

BKKPN Kupang Monitoring Rumput Laut

redaksi
30 Agustus 2018
Kategori : Tips & Trip
0
BKKPN Kupang Monitoring Rumput Laut

Menjemur rumput laut. FOTO: DOK. BKKPN KUPANG

PERAIRAN Nusa Tenggara Timur memiliki kawasan yang telah dikembangkan untuk budidaya rumput laut. Salah satunya di pesisir Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang.

Tim Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalukan monitoring budidaya rumput laut di pesisir Lifuleo, pada Juli lalu. Monitoring ini dengan kuisioner dan wawancara.

Rumput laut (seaweeds) yang dibudidayakan di Lifuleo dengan nama lokal sacol (sakol). Bibit diperoleh dengan membeli seharga Rp 5.000/kg, sementara tali ikat harga Rp 50 ribu per kg.

Untuk memperoleh hasil panen, dibutuhkan waktu selama 45 hari. Kemudian, dilakukan proses penjemuran tiga sampai empat hari.

Sebelum dijual, hasil panen rumput laut ini dikumpulkan hingga mencapai jumlah yang banyak. Penjualan dilakukan satu atau dua kali dalam setahun.

Rata-rata berat kering yang dihasilkan berkisar 100 sampai 200 kg. Rumput laut kering ini dibeli dengan harga Rp 20 ribu per kg.

Sementara itu, di Kabupaten Sumba Timur terdapat dua desa penghasil rumput laut terbesar, yakni Kaliuda dan Tanamanang di Kecamatan Pahunga Lodu.

Setiap rumah tangga di desa ini melakukan kegiatan budidaya rumput laut. Areal budidaya rumput laut di Desa Kaliuda sepanjang 2 km. Rumput laut yang dikembangkan jenis Sakol (E. cottoni) dan kaki seribu (E. striatum). Dua jenis rumput laut ini memiliki pertumbuhan yang cepat.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BKKPNKupangRumput Laut
Bagikan10Tweet6KirimKirim
Previous Post

Agustus, Hiu Paus Empat Meter Mati di Indonesia dan Filipina

Next Post

Terapi Hormon Rumput Laut

Postingan Terkait

Fakultas Kedokteran UNG Evaluasi Kurikulum

Dosen Fakultas Kedokteran UNG Kembangkan Teknologi Aman untuk Penambang Emas Skala Kecil

27 April 2026
Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

3 Maret 2026

Paus Orca Predator Alami Paus Minke Antartika, Balaenoptera bonaerensis

Mengenal Paus Minke, Balaenoptera acutorostrata

Bali Teratas Versi TripAdvisor, Masih Menjadi Magnet Pariwisata Dunia

Berpadu Merasakan Kehidupan Masyarakat Lokal di 8 Desa Wisata Indonesia

10 Destinasi Terbaik Dunia 2026 Versi TripAdvisor, Bali Teratas

Manfaatkan Tulang Ikan Tuna, Mahasiswa UNG Raih Medali Perak Pekan Ilmiah Andalas 2025

Next Post
Terapi Hormon Rumput Laut

Terapi Hormon Rumput Laut

Komentar tentang post

TERBARU

Laut Indonesia Bukan Sekadar Ruang Ekonomi

SDGs Center UNG Dukung Gerakan Pilah Sampah

Ukuran Kuda Laut yang Dapat Ditangkap Minimal 10 cm dan Tidak Bunting

Musim Badai Atlantik dan El Nino

Musim Siklon Tropis di Atlantik 2026 di Bawah Normal

Bibit Siklon Tropis 99W Terletak di Selatan Guam

AmsiNews

REKOMENDASI

Jurnalis Bisa Terjebak Hoaks Bila Tak Patuh Kode Etik dan Elemen Jurnalisme

Banyak Lobster di Awal Musim Hujan

(Prebunking) Mitigasi Pohon Tumbang dan Manfaat Ruang Hijau

3 Bibit Siklon Tropis Dapat Memicu Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Indonesia

Dirjen Diktiristek: Hilirisasi Riset Penanda Transformasi UNG Menuju Universitas Berkelas Dunia

Dugong di Natuna

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.