Terkait penanganan karhutla, BMKG terus melakukan pemantauan kondisi atmosfer, sebaran asap, serta arah pergerakan polutan untuk mendukung langkah mitigasi yang dilakukan pemerintah.
BMKG juga terus mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilaksanakan bersama BNPB, kementerian terkait, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dalam rapat tersebut, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa hasil analisis BMKG menunjukkan sebagian asap yang terpantau di wilayah Riau dipengaruhi oleh pergerakan massa udara dari wilayah lain di Sumatera.
Kondisi musim kemarau yang dipengaruhi El Niño masih berpotensi meningkatkan risiko karhutla hingga beberapa pekan ke depan, kata Faisal.
“Puncak musim kemarau diprakirakan masih berlangsung hingga akhir Oktober 2026. Oleh karena itu, upaya pencegahan, kesiapsiagaan, dan mitigasi perlu terus diperkuat sampai memasuki periode musim hujan,” ujarnya.




