Minggu, Mei 31, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Sampah & Polusi

Mikroplastik di Laut Jawa Diduga dari Laut Cina Selatan

redaksi
16 Agustus 2018
Kategori : Sampah & Polusi
0
Mikroplastik di Laut Jawa Diduga dari Laut Cina Selatan

Ilustrasi mikroplastik. FOTO: NOIR PRIMADONA PURBA

Jakarta – Peneliti Oseanografi Pusat Riset Kelautan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Widodo Setiyo Pranowo mengatakan, partikel-partikel mikroplastik yang saat ini berada di Laut Jawa diduga berasal dari Laut Cina Selatan dan Samudra Pasifik.

Hasil penelitian terbaru menunjukkan potensi paling tinggi dan terbesar berada di Laut Jawa. Penelitian ini telah dipublikasi di Polish Journal of Environmental Studies Vol. 28 No.1. Tim peneliti yang terlibat dalam studi ini masing-masing Dannisa Ixora Wanadwiva Handyman, Noir Primadona Purba, Widodo Setiyo Pranowo, Syawaludin Alisyahbana Harahap, Ibnu Faizal Dante dan Lintang Permata Sari Yuliadi.

Penelitian ini merupakan kolaborasi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjajaran dengan KKP, dengan mengambil lokasi di Pesisir Indramayu, Laut Jawa. Secara dominan di lokasi ini dipengaruhi pembalikan arus pasang surut.

Hasil simulasi lintasan partikel dengan tiga skenario sumber hipotetik yang berbeda memperkirakan titik awal mikroplastik, berkisar dalam jarak 0,9-5,4 kilometer dari lokasi sampling untuk periode tujuh bulan. Dalam tujuh bulan, jarak tempuh diperkirakan 1258.90-1399.88 kilometer.

Mikroplastik ini perlu mendapatkan perhatian serius karena dapat terakumulasi dalam rantai makanan. Mikroplastik ini bukan hanya berasal dari sampah plastik dari daerah setempat, melainkan juga terbawa arus.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa 25 persen potongan mikroplastik ditemukan pada ikan yang dijual di pasar Indonesia. Bila tidak mendapat perhatian, ikan yang terkontaminasi mikroplastik ini akan tetap ada di seluruh pasar.

Karena itu, diperlukan kerja sama dan koordinasi berbagai pihak. Seperti kementerian, lembaga, dan masyarakat untuk mengatasi masalah mikroplastik di laut.

Studi terbaru juga telah dilakukan beberapa lokasi di perairan Nusa Tenggara Timur. Peneliti dari Departemen Ilmu Kelautan, Universitas Padjajaran Noir Primadona Purba mengatakan berdasarkan hasil riset menunjukkan sampah makro yang telah dikaji mencapai 9.42 kg/100 meter.

Rata-rata sampah yang dikumpulkan adalah sekitar 4 kg/100 meter. Lokasi pantai yang menjadi tempat kajian, antara lain Pantai Oisina dan Namosain di Kupang, Nembrala dan Oiseli, dan Pantai Tiang Bendera di Rote, dan pantai di Pulau Ndana.

Pulau Ndana merupakan pulau terluar di Indonesia. Pulau ini berbatasan dengan negara lain dan berperan untuk menjaga kawasan konservasi. Sampah yang ada di pulau ini merupakan sampah yang berasal dari pulau lainnya.

“Sampah yang ada di pantai tersebut, kebanyakan bukan dari pulau tersebut,” kata Noir. Untuk wilayah pantai yang lain, sampah yang ditemukan berupa kaca, plastik, plastik kemasan, botol kemasan.

Hal serupa ditemukan di 60 lokasi yang pernah dikaji di Pulau Jawa. Hal yang sama juga tampak di Rote dan Ndana. Di rote, pantai-pantai yang termasuk dalam kunjungan turis memang terlihat kotor. Dapat dikatakan bahwa 1/5 luasan pantai tertutup oleh sampah.

Dalam penelitian sebelumnya, Widodo mengatakan, mikroplastik yang telah mencemari laut Indonesia, rata-rata dengan sebaran konsentrasi pemukiman penduduk, terutama di Pulau Jawa. Seperti perairan Pulau Biawak di Indramayu, Kepulauan Seribu, dan Perairan Banten.

Kondisi yang sama terjadi di Selat Makassar, Selat Bali dan Selat Rupat. Selanjutnya di Taman Nasional Taka Bonerate, Flores, Taman Nasional Bunaken, Taman Nasional Bali Barat, dan Laut Banda. Mikroplastik yang mencemari lautan Indonesia beragam. Namun cemaran terluas ada di Taman Nasional Bunaken, yakni 50 hingga 60 ribu partikel per kilometer persegi.

Seperti diketahui, mikroplastik merupakan plastik dengan ukuran kurang dari 5 mm yang dihasilkan dari penguraian alami, baik secara fisik, kimia, maupun biologi.*

Tags: Laut JawaLaut SawuMikroplastik
Bagikan6Tweet4KirimKirim
Previous Post

Lumba-Lumba Tanpa Sirip Punggung Terdampar di Penajam Paser Utara

Next Post

Menteri Susi Ingatkan Pengusaha Perikanan Membuat Laporan Keuangan Secara Transparan

Postingan Terkait

SDGs Center UNG Dukung Gerakan Pilah Sampah

SDGs Center UNG Dukung Gerakan Pilah Sampah

24 Mei 2026
Perilaku Konsumsi Junk Food Anak SD di Kabupaten Gorontalo Pengaruh Teman Sebaya dan Iklan

Plastik Daur Ulang untuk Kemasan Makanan Perlu Pengamanan Lebih Ketat

16 Mei 2026

Mikroplastik dan Nanoplastik, Ilmuwan Telah Mendeteksi dalam Darah Manusia dan Paru-Paru

Prof. Reza: Mikroplastik Membawa Berbagai Zat Berbahaya

Burung Indonesia Promosikan Produk Ramah Lingkungan Berbasis Mangrove di Pohuwato

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Limbah Makanan Meningkat, Ratusan Juta Orang Menghadapi Kelaparan

Next Post
Menteri Susi Ingatkan Pengusaha Perikanan Membuat Laporan Keuangan Secara Transparan

Menteri Susi Ingatkan Pengusaha Perikanan Membuat Laporan Keuangan Secara Transparan

Komentar tentang post

TERBARU

Tuan Rumah Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 Azerbaijan, 2027 Serbia

Badai Tropis Parah Jangmi Akan Menguat Menjadi Topan di Laut Filipina

Temuan Penting Laporan Terbaru WMO

Lebih Banyak Rekor Suhu Terpanas Global di Masa Depan

UNG Menyembelih 21 Hewan Kurban

Banjir Gorontalo Utara, Tim Gabungan Bersihkan Lumpur dan Buka Akses Jalan

AmsiNews

REKOMENDASI

Produk Batik Motif Mangrove Jadi Unggulan di Semarang

Januari – Juli 2019, Petugas Gagalkan 39 Kasus Penyelundupan Benih Lobster

Siklon Tropis Alfred Mendarat di Pulau Moreton Australia

Digitalisasi Program Tol Laut

Temuan Pushidrosal, Dasar Laut Anak Krakatau Menjadi Dangkal

Waspada Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah di Indonesia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.