Darilaut – Prioritas Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyediakan informasi berbasis sains guna membantu pemerintah dan organisasi kemanusiaan dalam mengantisipasi risiko, menyiapkan langkah operasional, serta melindungi populasi yang rentan.
”El Niño yang kuat tidak harus berujung pada bencana kemanusiaan. Kita memiliki ilmu pengetahuan, prakiraan, dan sistem peringatan dini untuk menyelamatkan nyawa serta melindungi mata pencaharian,” ujar Sekretaris Jenderal WMO, Celeste Saulo dalam konferensi pers bersama Tom Fletcher, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat.
”Yang kita butuhkan saat ini adalah tindakan tegas, terutama untuk melindungi komunitas yang paling rentan.”
Peluang untuk melakukan kesiapsiagaan masih terbuka di banyak wilayah. Kondisi cuaca ekstrem tidak harus berujung pada keadaan darurat kemanusiaan ataupun jatuhnya korban jiwa. Akan tetapi, kesempatan ini tidak akan terbuka selamanya.
WMO telah merilis prospek iklim musiman baru yang mengindikasikan bahwa peristiwa El Niño saat ini bisa mencapai kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Pembaruan Iklim Musiman Global (Global Seasonal Climate Update) memprediksi bahwa suhu permukaan laut di Pasifik tropis – pusat dari fenomena El Niño – dapat meningkat hingga 3,8°C di atas rata-rata selama periode November 2026 hingga Januari 2027.




