WMO menetapkan status El Niño ketika anomali suhu permukaan laut di wilayah ini mencapai 0,5°C.
“Kondisi ini benar-benar berada di luar skala pemantauan yang telah kita gunakan selama empat dekade terakhir. El Niño akan mencapai puncaknya menjelang akhir tahun 2026, namun dampaknya akan terus terasa dalam waktu yang lama setelahnya,” ujar Celeste Saulo.
Fenomena El Niño yang sangat kuat akan mengganggu pola suhu dan curah hujan normal di berbagai wilayah.
Kondisi ini dapat memicu kekeringan parah di beberapa daerah, curah hujan tinggi serta banjir di daerah lain, dan peningkatan suhu di sebagian besar wilayah dunia.
Saat ini kita telah menyaksikan berbagai peristiwa cuaca ekstrem, dan diperkirakan kejadian-kejadian tersebut akan semakin sering terjadi—serta menimbulkan dampak berantai—seiring dengan menguatnya El Niño.
Pembekalan UNESCO Menghadapi El Niño
Sebanyak 530 peserta dari 46 negara mendapat pembekakan kesiapsiagaan menghadapi El Niño.
Pembekalan diberikan oleh UNESCO bagi 500-an profesional di bidang kebudayaan dan sumber daya melalui webinar regional inisiatif “Culture × El Niño” (Kebudayaan × El Niño).
Peserta dari 46 negara yang mengikuti kegiatan ini, termasuk 11 Negara Berkembang Kepulauan Kecil (Small Island Developing States).




