Kamis, Juli 16, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Empat Dekade Pemutihan Karang Karena Gelombang Panas Laut

redaksi
4 April 2022
Kategori : Berita
0
Setiap Hari 100 Kilogram Potasium Sianida Disebar di Lautan Indonesia

Terumbu karang. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Peristiwa pemutihan karang (coral bleaching) parah yang disebabkan oleh gelombang panas laut selama empat dekade terakhir kini telah mempengaruhi hampir setiap ekosistem terumbu karang di dunia.

Kejadian yang berulang ini telah menyebabkan hilangnya tutupan karang yang besar, dengan konsekuensi yang merugikan bagi ekosistem terumbu tropis dan orang-orang yang bergantung padanya.

Setelah GPL yang memecahkan rekor di Great Barrier Reef pada tahun 2016 dan menyebabkan terjadinya peristiwa pemutihan karang massal pada tahun 2016 dan 2017, tercatat penurunan tajam terumbu karang di Great Barrier Reef Utara dan Tengah.

GPL dapat menyebabkan kerugian ekonomi melalui dampak pada perikanan dan akuakultur. Pada tahun 2011 di Australia Barat, gelombang panas laut berdampak pada budidaya abalon di utara negara bagian tersebut.

Sementara, pada tahun 2015 hingga 2016 terjadinya GPL di lepas Australia tenggara menyebabkan tingginya tingkat kematian abalon di Tasmania.

Peristiwa itu juga menyebabkan wabah kematian tiram di Pasifik, yang memengaruhi industri akuakultur tiram Pasifik, dan juga buruknya kinerja budidaya ikan salmon Atlantik.

Keanekaragaman hayati dapat secara drastis dipengaruhi oleh gelombang panas laut.

Menurut peneliti Dewi Surinati, dalam tulisan di Jurnal Oseana, Volume 46, Nomor 2 Tahun 2021, gelombang panas, khususnya gelombang panas laut memiliki potensi besar menghancurkan ekosistem laut dan menyebabkan kerugian ekonomi di industri perikanan, akuakultur, dan ekowisata.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: coral bleachingGelombang Panas Lautpemutihan karangTerumbu Karang
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Banjir dan Tanah Longsor di Rio de Janeiro Brasil Menewaskan 14 Orang

Next Post

Dampak dan Langkah Memperlambat Pemanasan Laut

Postingan Terkait

Solidaritas Jurnalis Bali Desak PN Denpasar Tolak Gugatan Perdata 4 Perusahaan Media

Solidaritas Jurnalis Bali Desak PN Denpasar Tolak Gugatan Perdata 4 Perusahaan Media

15 Juli 2026
Krisis Teluk Persia dan Selat Hormuz Berdampak pada Ketahanan Pangan di Seluruh Dunia

IMO Mengutuk Serangan Terhadap Pelaut di Selat Hormuz

15 Juli 2026

21 Penyu Hijau Selundupan di Bali Dilepas ke Habitat Aslinya

Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG Dingatkan Memberikan Solusi Bagi Masyarakat

448 Mahasiswa KKN UNG Berfokus Turunkan Angka Kematian Ibu dan Anak

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Next Post
Dampak dan Langkah Memperlambat Pemanasan Laut

Dampak dan Langkah Memperlambat Pemanasan Laut

Komentar tentang post

TERBARU

Solidaritas Jurnalis Bali Desak PN Denpasar Tolak Gugatan Perdata 4 Perusahaan Media

IMO Mengutuk Serangan Terhadap Pelaut di Selat Hormuz

21 Penyu Hijau Selundupan di Bali Dilepas ke Habitat Aslinya

Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG Dingatkan Memberikan Solusi Bagi Masyarakat

448 Mahasiswa KKN UNG Berfokus Turunkan Angka Kematian Ibu dan Anak

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

AmsiNews

REKOMENDASI

Mencemaskan Kota Gorontalo

Solusi Limbah Masker

ReCAAP ISC Prihatin Insiden Perampokan Laut di Selat Singapura

Setelah Seroja, Muncul Siklon Tropis Odette

Perang AS-Israel vs Iran Meluas, Konflik Berlanjut di Kawasan Timur Tengah

Pemodelan Instrumen Penting dalam Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.