Rabu, Oktober 21, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Empat Dekade Pemutihan Karang Karena Gelombang Panas Laut

redaksi
4 April 2022
Kategori : Berita
0
Setiap Hari 100 Kilogram Potasium Sianida Disebar di Lautan Indonesia

Terumbu karang. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Peristiwa pemutihan karang (coral bleaching) parah yang disebabkan oleh gelombang panas laut selama empat dekade terakhir kini telah mempengaruhi hampir setiap ekosistem terumbu karang di dunia.

Kejadian yang berulang ini telah menyebabkan hilangnya tutupan karang yang besar, dengan konsekuensi yang merugikan bagi ekosistem terumbu tropis dan orang-orang yang bergantung padanya.

Setelah GPL yang memecahkan rekor di Great Barrier Reef pada tahun 2016 dan menyebabkan terjadinya peristiwa pemutihan karang massal pada tahun 2016 dan 2017, tercatat penurunan tajam terumbu karang di Great Barrier Reef Utara dan Tengah.

GPL dapat menyebabkan kerugian ekonomi melalui dampak pada perikanan dan akuakultur. Pada tahun 2011 di Australia Barat, gelombang panas laut berdampak pada budidaya abalon di utara negara bagian tersebut.

Sementara, pada tahun 2015 hingga 2016 terjadinya GPL di lepas Australia tenggara menyebabkan tingginya tingkat kematian abalon di Tasmania.

Peristiwa itu juga menyebabkan wabah kematian tiram di Pasifik, yang memengaruhi industri akuakultur tiram Pasifik, dan juga buruknya kinerja budidaya ikan salmon Atlantik.

Keanekaragaman hayati dapat secara drastis dipengaruhi oleh gelombang panas laut.

Menurut peneliti Dewi Surinati, dalam tulisan di Jurnal Oseana, Volume 46, Nomor 2 Tahun 2021, gelombang panas, khususnya gelombang panas laut memiliki potensi besar menghancurkan ekosistem laut dan menyebabkan kerugian ekonomi di industri perikanan, akuakultur, dan ekowisata.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: coral bleachingGelombang Panas Lautpemutihan karangTerumbu Karang
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Banjir dan Tanah Longsor di Rio de Janeiro Brasil Menewaskan 14 Orang

Next Post

Dampak dan Langkah Memperlambat Pemanasan Laut

Postingan Terkait

Banjir Rob Merendam Kota Medan dan Batu Bara

Karakteristik Gelombang Laut dan Keunikannya

21 Oktober 2026
Gelombang Kelvin di Pasifik Khatulistiwa Bagai Detak Jantung El Niño

Gelombang Kelvin di Pasifik Khatulistiwa Bagai Detak Jantung El Niño

21 Oktober 2026

Copernicus Atmosphere Tampilkan Sebaran Asap Dalam Jumlah Besar Menutup Kepulauan Indonesia

Memadukan Kearifan Lokal dan Pemanfaatan Sampah Plastik Mahasiswa UNG Lolos Pimnas ke-39

Syarafudin Pattisahusiwa dan Sehan Rumra Pimpin AMSI Maluku 2026 – 2030

Cuaca dan Iklim Ekstrem Muncul Dalam Berita Setiap Hari, Istilah El Niño Jadi Percakapan

Topan Super Champi Bawa Gelombang Tinggi 16,8 Meter di Laut Filipina

UNG Perkuat Produk Olahan Ikan Nike

Next Post
Dampak dan Langkah Memperlambat Pemanasan Laut

Dampak dan Langkah Memperlambat Pemanasan Laut

Komentar tentang post

TERBARU

Karakteristik Gelombang Laut dan Keunikannya

Gelombang Kelvin di Pasifik Khatulistiwa Bagai Detak Jantung El Niño

Copernicus Atmosphere Tampilkan Sebaran Asap Dalam Jumlah Besar Menutup Kepulauan Indonesia

Memadukan Kearifan Lokal dan Pemanfaatan Sampah Plastik Mahasiswa UNG Lolos Pimnas ke-39

Syarafudin Pattisahusiwa dan Sehan Rumra Pimpin AMSI Maluku 2026 – 2030

Cuaca dan Iklim Ekstrem Muncul Dalam Berita Setiap Hari, Istilah El Niño Jadi Percakapan

AmsiNews

REKOMENDASI

Hiu Hantu, Minim Data dan Terancam Punah

Disinformasi Pemilu 2024, Koalisi Masyarakat Sipil Mendorong Moderasi Konten Digital

Waspada Potensi Cuaca Ekstrem 9 – 15 Oktober

Badai Besar Kategori 4 Terbentuk di Samudra Pasifik

Pekerjaan Bawah Air Harus Diawasi Perhubungan Laut

51 Orang Tewas Karena Banjir di Filipina, 19 Hilang

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.