Sekretaris Jenderal Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), Celeste Saulo, mengatakan, setiap kali memeriksa cuaca, kami mengandalkan sesuatu yang lebih besar daripada teknologi.
”Kami mengandalkan kepercayaan, data, dan kerja sama internasional. Prakiraan yang andal tidak terjadi secara kebetulan. Prakiraan tersebut dimungkinkan oleh sistem solidaritas global. EUMETSAT adalah bagian penting dari solidaritas global tersebut,” kata Saulo, seperti dikutip dari siaran pers WMO.
Direktur Jenderal EUMETSAT, Phil Evans, mengatakan, cuaca ekstrem telah merugikan Eropa ratusan miliar euro dan puluhan ribu nyawa selama 40 tahun terakhir. Badai Boris, Daniel, dan Hans, gelombang panas yang memecahkan rekor, dan kebakaran hutan yang dahsyat hanyalah pengingat terbaru.
Peluncuran Metop-SGA1 merupakan langkah maju yang besar dalam memberikan layanan cuaca nasional di negara-negara anggota kami alat yang lebih tajam untuk menyelamatkan nyawa, melindungi properti, dan membangun ketahanan terhadap krisis iklim, kata Evans.
Dampak positif ini akan terasa bahkan di Atlantik. Hal ini karena Metop-SGA1 merupakan kontribusi pertama Eropa untuk Sistem Kutub Gabungan dengan Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA).
Data satelit merupakan kontributor terbesar dari semua jenis pengamatan untuk akurasi prediksi cuaca numerik dan pengamatan yang lebih rinci dari satelit akan meningkatkan perhitungan kompleks yang dapat dilakukan sebagai bagian dari prakiraan cuaca, sehingga meningkatkan akurasi.




