Minggu, Oktober 4, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

FAO: Belum Ada Kemajuan Nyata Mengurangi Kehilangan Pangan dan Memangkas Limbah Makanan

redaksi
4 Oktober 2026
Kategori : Berita
0
FAO: Belum Ada Kemajuan Nyata Mengurangi Kehilangan Pangan dan Memangkas Limbah Makanan

Para pemulung memilah sampah di tempat pembuangan akhir di India. FOTO: UNDP

Sebagai alternatif pengomposan, lalat tentara hitam (black soldier fly) yang dikembangbiakkan di fasilitas khusus di berbagai belahan dunia kini dimanfaatkan untuk mendaur ulang bahan organik.

Dari Malawi hingga Uganda, serangga yang bermanfaat ini telah menjadi bagian dari sistem pengelolaan sampah di semakin banyak desa dan kota.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi ancaman tersebut, mulai dari penggunaan lalat tentara hitam (black soldier flies) hingga pemberdayaan pemulung di seluruh dunia.

Melansir UN News, limbah makanan mencakup segala hal, mulai dari sisa makanan yang tidak habis disantap hingga hasil panen yang rusak (yaitu makanan yang hilang setelah panen namun sebelum sampai ke toko).

Akan tetapi, jenis limbah dapur yang paling mencemari adalah makanan busuk yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

Ketika bahan organik—seperti makanan yang tidak habis dimakan—tertimbun di TPA dan tidak mendapatkan oksigen, bahan tersebut berinteraksi dengan mikroorganisme dan menghasilkan metana.

Gas rumah kaca ini—yang saat ini menjadi penyebab hampir sepertiga pemanasan global—sangat berbahaya bagi lingkungan. PBB memperingatkan bahwa gas ini memerangkap panas 86 kali lebih banyak dibandingkan karbon dioksida dalam kurun waktu 20 tahun.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: FAOLimbah MakananUNEP
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Gempa M 6,1 yang Mengguncang Sumba Barat Daya Mekanisme Normal Fault

Postingan Terkait

Gempa M 6,1 yang Mengguncang Sumba Barat Daya Mekanisme Normal Fault

Gempa M 6,1 yang Mengguncang Sumba Barat Daya Mekanisme Normal Fault

4 Oktober 2026
Typhoon Nolo’s Long Path: Moving from the Eastern Pacific Toward Southern Japan in the Northwest Pacific

Typhoon Nolo’s Long Path: Moving from the Eastern Pacific Toward Southern Japan in the Northwest Pacific

4 Oktober 2026

Lintasan Panjang Topan Nolo, Bergerak Dari Pasifik Timur Menuju Selatan Jepang di Pasifik Barat Laut

Lebih Dari 20 Lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Gorontalo

Pola Sebaran Partikel Halus PM2.5  Akibat Kebakaran Hutan Indonesia di Asia Tenggara

Sidang MK Soal Keabsahan Syarat Pendidikan Gibran, Kemendikdasmen: Surat Keterangan Penyetaraan Bukan Penerbitan Ijazah

Teknik Geologi UNG Bahas Potensi Logam Tanah Jarang

Perhitungan Terbaru Pola Hanyutan Korban Kapal Arupadhatu 1 yang Hilang di Selat Sunda

TERBARU

FAO: Belum Ada Kemajuan Nyata Mengurangi Kehilangan Pangan dan Memangkas Limbah Makanan

Gempa M 6,1 yang Mengguncang Sumba Barat Daya Mekanisme Normal Fault

Typhoon Nolo’s Long Path: Moving from the Eastern Pacific Toward Southern Japan in the Northwest Pacific

Lintasan Panjang Topan Nolo, Bergerak Dari Pasifik Timur Menuju Selatan Jepang di Pasifik Barat Laut

Lebih Dari 20 Lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Gorontalo

Pola Sebaran Partikel Halus PM2.5  Akibat Kebakaran Hutan Indonesia di Asia Tenggara

AmsiNews

REKOMENDASI

Banjir, Puting Beliung dan Longsor Banyak Terjadi di Tahun 2021

Tim UNG Kembangkan Limbah Kulit Nanas Pembasmi Jentik Nyamuk Penyebab DBD

Gerakan Bersih Pantai di Labuan Bajo

Pemudik Beli Tiket Kapal Laut Lebih Awal

AJI dan Komunitas Pers Bahas Kekerasan Terhadap Jurnalis di Gorontalo

Covid-19, 20 Negara Tunda Pemilu

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.