Di sisi lain, untuk daerah sentra produksi pangan yang diprediksi mengalami hujan Bawah Normal tindakan antisipasi perlu dilakukan, misalnya di sebagian kecil Sumatera Utara, sebagian kecil Jawa Barat dan Jawa Tengah, sebagian kecil Nusa Tenggara Timur, dan sebagian kecil Papua Barat Daya dan Papua Barat.
Pemerintah daerah di wilayah tersebut dapat menyiapkan strategi penyesuaian pengelolaan pertanian melalui perubahan pola tanam dan pengaturan ketersediaan air, serta mempertimbangkan penggunaan varietas tanaman yang lebih cocok dengan kondisi tersebut.
Pandangan Iklim Tahun 2026 secara umum berisi tentang prediksi kondisi iklim tahun 2026 yang disusun dengan mempertimbangkan kondisi terkini dari dinamika atmosfer–laut global, hasil pemodelan dinamis dan prediksi iklim berbasis machine learning.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa pandangan iklim merupakan komitmen BMKG dalam memberikan gambaran komprehensif dinamika atmosfer-laut global.
Informasi tersebut terdiri dari prediksi fenomena El Nino-Southern Oscillation (ENSO) dan IOD, prediksi spasial suhu udara dan curah hujan 2026, dan perbandingannya terhadap kondisi rerata jangka panjang selama 30 tahun (atau disebut sebagai kondisi “Normal”) serta perbandingannya terhadap kondisi iklim tahun 2025.




