Metana dan Dinitrogen Oksida
Metana menyumbang sekitar 16% dari efek pemanasan terhadap iklim kita yang disebabkan oleh gas rumah kaca berumur panjang, meskipun masa hidupnya jauh lebih singkat dibandingkan CO2.
Sekitar 35% metana dilepaskan ke atmosfer dari sumber alami (seperti lahan basah) yang juga sensitif terhadap iklim, sementara sekitar 65% berasal dari sumber antropogenik (aktivitas manusia) seperti peternakan sapi, budidaya padi, eksploitasi bahan bakar fosil, tempat pembuangan akhir (TPA), dan pembakaran biomassa.
Konsentrasi rata-rata metana secara global pada tahun 2025 mencapai 1.948 bagian per miliar (ppb)—atau 267% dari tingkat pada tahun 1750.
Dinitrogen oksida merupakan gas rumah kaca berumur panjang terpenting ketiga, yang berasal dari sumber alami maupun aktivitas manusia seperti pembakaran biomassa, penggunaan pupuk, dan berbagai proses industri.
Konsentrasi rata-rata N2O secara global mencapai 339,1 ppb pada tahun 2025, atau 126% lebih tinggi dibandingkan tingkat pada tahun 1750.




