Rabu, Juli 22, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Pemicu Tanah Longsor di Natuna Karena Hujan Ekstrem dan Kemiringan Lereng

redaksi
7 Maret 2023
Kategori : Berita
0
Pemicu Tanah Longsor di Natuna Karena Hujan Ekstrem dan Kemiringan Lereng

Peta Lokasi Gerakan Tanah. GAMBAR: PVMBG - Badan Geologi

Darilaut – Pemicu terjadinya tanah longsor (gerakan tanah) di Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, diperkirakan karena curah hujan ekstrem dan kemiringan lereng tebing yang curam.

Curah hujan yang tinggi/ ekstrem dengan durasi lama sebagai pemicu terjadi gerakan tanah, kata Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Tanah longsor yang terjadi pada Senin (6/3) memberikan dampak 10 orang meninggal, dan kemungkinan 50 orang hilang dan masih dalam pencarian. Selain korban meninggal dan hilang, aliran listrik dan sinyal ikut terganggu.

Faktor penyebab tanah longsor lainnya di Desa Pangkalan diperkirakan karena tanah pelapukan yang tebal dari batuan tua (Pra Tersier) berupa lapukan Granodiorit.

Dalam “Tanggapan Bencana Gerakan Tanah di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau” Pusat Vulkanologi menjelaskan jenis bencana gerakan tanah yang terjadi diperkirakan berupa aliran bahan rombakan (debris flow).

“Tiga kampung di area sekitar longsor telah mengungsi ke tempat yang lebih aman, karena masih terjadi longsor susulan,” kata Pusat Vulkanologi.

“Warga yang mengungsi di antaranya Kampung Genting, Air Raya, dan Kampung Air Sekain.”

Berdasarkan Peta Geologi Regional Natuna (Pusat Survey Geologi) batuan penyusun di daerah bencana termasuk dalam Batuan Plutonik Serasan yang tersusun Granodiorit biotit dan Granit hornblenda dengan helatan metasedimen.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Badan GeologiGerakan TanahKepulauan RiauNatunaPusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana GeologiPVMBGTanah Longsor
Bagikan3Tweet2KirimKirim
Previous Post

10 Tewas Karena Tanah Longsor di Natuna

Next Post

Lebih 1200 Orang Mengungsi Karena Tanah Longsor di Natuna, 42 Hilang

Postingan Terkait

Industri Media Mengalami Fenomena “Double Subsidy” dan Penurunan Kunjungan

AMSI Dukung Revisi UU Hak Cipta untuk Perbaiki Relasi Tidak Adil antara Platform AI dan Penerbit Berita

22 Juli 2026
Transplantasi karang

Perubahan Iklim Tantangan Terbesar Restorasi Terumbu Karang

22 Juli 2026

Bibit 92W di Laut Filipina Berpeluang Medium Menjadi Siklon Tropis

Kemampuan Mengenali dan Mengelola Stres Penting Bagi Tenaga Kependidikan UNG

Lebih Dari 140 Migran Tewas dan Hilang di lepas pantai Mauritania

Industri Media Mengalami Fenomena “Double Subsidy” dan Penurunan Kunjungan

Bibit Siklon Tropis 92W Terletak di Laut Filipina

Juli 2026 Tercatat 8 Prodi UNG Raih Akreditasi Unggul

Next Post
10 Tewas Karena Tanah Longsor di Natuna

Lebih 1200 Orang Mengungsi Karena Tanah Longsor di Natuna, 42 Hilang

Komentar tentang post

TERBARU

AMSI Dukung Revisi UU Hak Cipta untuk Perbaiki Relasi Tidak Adil antara Platform AI dan Penerbit Berita

Perubahan Iklim Tantangan Terbesar Restorasi Terumbu Karang

Bibit 92W di Laut Filipina Berpeluang Medium Menjadi Siklon Tropis

Kemampuan Mengenali dan Mengelola Stres Penting Bagi Tenaga Kependidikan UNG

Lebih Dari 140 Migran Tewas dan Hilang di lepas pantai Mauritania

Industri Media Mengalami Fenomena “Double Subsidy” dan Penurunan Kunjungan

AmsiNews

REKOMENDASI

Peran Penting Ekosistem Pesisir dan Laut

Januari – Juli, KKP Tangkap 43 Kapal Ikan Ilegal

Peneliti: Larangan Mudik Dikaji Dari Berbagai Sisi

Lebih Dari 1200 Jiwa Terdampak Banjir di Kabupaten Boalemo

Topan Kong-rey Menyebabkan Satu WNA Tewas di Taiwan

Kementerian Pariwisata Dorong SDM Terlatih untuk Kapal Pesiar

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.