Sabtu, April 18, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Pemicu Tanah Longsor di Natuna Karena Hujan Ekstrem dan Kemiringan Lereng

redaksi
7 Maret 2023
Kategori : Berita
0
Pemicu Tanah Longsor di Natuna Karena Hujan Ekstrem dan Kemiringan Lereng

Peta Lokasi Gerakan Tanah. GAMBAR: PVMBG - Badan Geologi

Darilaut – Pemicu terjadinya tanah longsor (gerakan tanah) di Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, diperkirakan karena curah hujan ekstrem dan kemiringan lereng tebing yang curam.

Curah hujan yang tinggi/ ekstrem dengan durasi lama sebagai pemicu terjadi gerakan tanah, kata Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Tanah longsor yang terjadi pada Senin (6/3) memberikan dampak 10 orang meninggal, dan kemungkinan 50 orang hilang dan masih dalam pencarian. Selain korban meninggal dan hilang, aliran listrik dan sinyal ikut terganggu.

Faktor penyebab tanah longsor lainnya di Desa Pangkalan diperkirakan karena tanah pelapukan yang tebal dari batuan tua (Pra Tersier) berupa lapukan Granodiorit.

Dalam “Tanggapan Bencana Gerakan Tanah di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau” Pusat Vulkanologi menjelaskan jenis bencana gerakan tanah yang terjadi diperkirakan berupa aliran bahan rombakan (debris flow).

“Tiga kampung di area sekitar longsor telah mengungsi ke tempat yang lebih aman, karena masih terjadi longsor susulan,” kata Pusat Vulkanologi.

“Warga yang mengungsi di antaranya Kampung Genting, Air Raya, dan Kampung Air Sekain.”

Berdasarkan Peta Geologi Regional Natuna (Pusat Survey Geologi) batuan penyusun di daerah bencana termasuk dalam Batuan Plutonik Serasan yang tersusun Granodiorit biotit dan Granit hornblenda dengan helatan metasedimen.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Badan GeologiGerakan TanahKepulauan RiauNatunaPusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana GeologiPVMBGTanah Longsor
Bagikan3Tweet2KirimKirim
Previous Post

10 Tewas Karena Tanah Longsor di Natuna

Next Post

Lebih 1200 Orang Mengungsi Karena Tanah Longsor di Natuna, 42 Hilang

Postingan Terkait

Ini Rekomendasi PBB untuk Integritas Informasi Media Pers

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

18 April 2026
Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

18 April 2026

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Tahun 2026 UNG Targetkan 55 Persen Program Studi Terakreditasi “Unggul”

Eutrofikasi di Teluk Jakarta Sangat Tinggi Secara Global

Eutrofikasi Mengganggu Keseimbangan Ekosistem Perairan dan Memiliki Dampak Sosial yang Luas

Topan Sinlaku Bergerak Lambat di Dekat Kepulauan Mariana Utara

Dosen UNG Kembangkan Inovasi Teknologi dan Digitalisasi Limbah Ikan Cakalang

Next Post
10 Tewas Karena Tanah Longsor di Natuna

Lebih 1200 Orang Mengungsi Karena Tanah Longsor di Natuna, 42 Hilang

Komentar tentang post

TERBARU

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Tahun 2026 UNG Targetkan 55 Persen Program Studi Terakreditasi “Unggul”

Eutrofikasi di Teluk Jakarta Sangat Tinggi Secara Global

Eutrofikasi Mengganggu Keseimbangan Ekosistem Perairan dan Memiliki Dampak Sosial yang Luas

AmsiNews

REKOMENDASI

Kuota Tangkapan Tiga Jenis Ikan Tuna Indonesia di Samudra Hindia Bertambah

Upacara HUT Kemerdekaan RI di Karang Unarang, Ambalat

ABK Indonesia Hilang di Samudra Atlantik

Pemberitaan Menyimpang dari Kode Etik Jurnalistik Berpotensi Meruntuhkan Sendi Demokrasi

AJI Indonesia: Omnibus Law Merugikan Pekerja dan Mengancam Demokratisasi Penyiaran

Pusat Penelitian Laut Dalam di Ambon Miliki Peran Strategis

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.