“Kita harus siap menghadapi risiko yang ditimbulkan oleh dampak-dampak ini, terutama bagi masyarakat yang paling rentan, termasuk lansia,” kata Inger, mengutip siaran pers UNEP.
”Namun, seperti yang ditunjukkan oleh Laporan Frontiers tahun ini, terdapat solusi yang dapat membantu melindungi masyarakat dan memulihkan ekosistem yang telah lama dianggap hilang.”
Orang dewasa berusia 65 tahun ke atas kini menjadi bagian yang semakin dominan dari populasi dunia, terutama di wilayah perkotaan di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Laporan tersebut mencatat bahwa kematian tahunan terkait panas di antara lansia telah meningkat sekitar 85% sejak tahun 1990-an.
Risiko tambahan muncul dari memburuknya kualitas udara dan banjir di kota-kota pesisir dataran rendah tempat para lansia tinggal.
Lansia –terutama mereka yang memiliki penyakit kronis, mobilitas terbatas, atau kondisi fisik yang lemah– sangat rentan terhadap masalah kesehatan terkait panas. Termasuk penyakit pernapasan, kardiovaskular, dan metabolik, serta peningkatan angka kematian.
Laporan tersebut merekomendasikan agar kota-kota menjadi ruang yang bebas polusi, tangguh, dan mudah diakses dengan vegetasi yang luas.
Strategi utama meliputi perencanaan kota yang lebih baik, manajemen risiko bencana berbasis masyarakat, dan peningkatan akses terhadap informasi iklim bagi populasi lansia.




