Gempa ini terjadi di wilayah yang dicirikan oleh subduksi Lempeng Nazca ke arah timur di bawah Lempeng Amerika Selatan. Mengingat kedalamannya, gempa ini kemungkinan besar terjadi di dalam Lempeng Nazca yang sedang menunjam.
Gempa bumi sebesar ini lebih tepat dijelaskan sebagai pergeseran (slip) pada area sesar yang lebih luas. Gempa bumi geser (strike-slip) ini biasanya memiliki dimensi sekitar 105 km x 15 km (panjang x lebar).

Gempa bumi dengan kedalaman fokus antara 70 hingga 300 km, seperti peristiwa ini, umumnya disebut sebagai gempa bumi “kedalaman menengah” atau intermediate-depth.
Gempa bumi kedalaman menengah mencerminkan deformasi di dalam lempeng yang menunjam (subducted slab), bukan pada batas lempeng dangkal di antara lempeng tektonik yang menunjam dan lempeng yang menindihnya.
Karena kedalamannya, gempa bumi ini biasanya menyebabkan guncangan yang tidak sekuat gempa dangkal dengan magnitudo yang sama.
Namun, guncangannya tetap bisa terasa kuat dan biasanya dirasakan di wilayah yang lebih luas.
Gempa bumi besar dengan kedalaman menengah sering terjadi di sepanjang zona subduksi Amerika Selatan. Gempa-gempa ini biasanya dikaitkan dengan gaya tekukan di dalam lempeng yang menunjam (slab).
Gempa bumi 10 Agustus 2026 terjadi di dekat batas paling utara wilayah pengamatan gempa bumi kedalaman menengah di zona subduksi Amerika Selatan.




