Rabu, September 9, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

Singapura Bikin Struktur Karang Buatan Raksasa

redaksi
11 November 2018
Kategori : Konservasi
0
Karang buatan

FOTO: ONG WEE JIN/STRAITS TIMES

SEBUAH struktur tempat karang bertumbuh setinggi 10 meter dibikin di Singapura. Struktur terumbu buatan ini bagian dari proyek “Grow-a-Reef Garden” –sebuah kolaborasi antara JTC dan National Parks Board (Dewan Taman Nasional).

Lokasi penempatan berada di Kepulauan Selatan Singapura, di mana Kepulauan Sisters berada di dalamnya. Penempatan kerangka karang buatan itu dilakukan pada Kamis (8/11) di Pulau Small Sister’s.

Dengan struktur setinggi 10 meter dan membentuk sebuah “rumah bertingkat tiga” karang dapat tumbuh dan berkembang. Ketika karang tumbuh, struktur terumbu ini diharapkan menyumbangkan sekitar 1.000 meter persegi substrat karang tambahan di Taman Laut Kepulauan Sister’s pada 2030.

Speaker of Parliament Tan Chuan-Jin ikut menyaksikan pemasangan struktur pertama tersebut. Tan mengatakan, upaya konservasi jangka panjang dan pengelolaan lingkungan pesisir dan laut sangat penting untuk masa depan Singapura.

“Ini sangat tepat waktu karena prakarsa terumbu karang internasional telah menetapkan tahun ini sebagai Tahun Internasional Terumbu Karang, dan proyek ini akan membantu upaya kami dalam meningkatkan ekosistem terumbu karang Singapura,” kata Tan Chuan-Jin, seperti dikutip Straitstimes.com.

Mengembalikan substrat karang merupakan langkah penting untuk memulihkan karang yang rusak yang menjadi tidak cocok bagi populasi karang untuk menetap.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: KonservasiRehabilitasi Terumbu KarangSingapura
Bagikan40Tweet6KirimKirim
Previous Post

Sajian Menu Lobster, Perut Dipenuhi Plastik

Next Post

Kasus Hiu Paus Terdampar Meningkat

Postingan Terkait

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

5 Agustus 2026
Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

30 Juli 2026

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Kosmologi Penangkapan Paus di Lamalera NTT Selaras dengan Konservasi Integratif

Next Post
hiu paus

Kasus Hiu Paus Terdampar Meningkat

Komentar tentang post

TERBARU

Satelit Copernicus Sentinel-2 Merekam Letusan Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Erupsi Rabu Dini Hari

BMKG Pastikan Ruang Udara dan Area Landasan Bandara Aman Dari Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi

Sejumlah Bandara Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mulai Dibuka

Sejumlah Wilayah di Indonesia Terdampak Abu Vulkanik dan Asap Karhutla

AmsiNews

REKOMENDASI

911 Spesies Rumput Laut dan 350 Teripang Telah Diidentifikasi di Indonesia

Pemerintah Kota Gorontalo Mulai Menerapkan Aplikasi Srikandi

Kearifan Lokal Untuk Mitigasi Bencana

Hasil survei UNICEF Nielsen, 48 Persen Warga Rentan Serangan Hoaks

Siklon Tropis Hayley di Selatan NTT Mengarah ke Australia Barat

Provinsi Gorontalo Lima Besar Penyakit Akibat Polusi Udara Seperti Stroke dan Jantung Iskemik

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.