Oleh karena itu, ”kepada masyarakat pesisir di wilayah tersebut untuk tetap tenang dan menjauhi pantai. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut,” kata Daryono.
Daryono mengatakan berdasarkan laporan PTWC gempabumi ini berpotensi tsunami di wilayah Rusia, Jepang, Alaska, Filipina, Hawaii, dan Guam.
Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng pada Palung Kurile-Kamchatka (Kurile-Kamchatka Trench). Gempa bumi ini memiliki mekanisme naik (thrust fault).
Hasil pemutkahiran peribgatan dini BMKG, tsunami akibat gempa dengan kekuatan (M)8.7, lokasi 185 km Tenggara Kamchatka, pukul 06:24:50 WIB, telah terdeteksi di Chichijima Jepang (10:00WIB) 0.1m, Hanasaki Jepang (08:16WIB) 0.3m, Kamchatka Peninsuka Rusia (06:51WIB) 0.8m, Kuril Island (07:05WIB) 0.7m.
Kemudian di Kushiro Jepang (08:30WIB) 0.1m, Nikolskoe Rusia (07:17WIB) 0.3m, Northeast Tokyo Jepang (08:00WIB) 0.1m, Ofunati Jepanf (08:47WIB) 0.4m, Petro Pavlovsk Rusia (07:00WIB) 0.1m, South Ofamchitka (08:05WIB) 0.2m, South Ofattu (07:30WIB) 0.2m.




