Berdasarkan peta intensitas guncangan (intensity map), BMKG mencatat guncangan terbesar mencapai skala VII MMI di daerah Aesesa (Kabupaten Nagekeo), Riung (Kabupaten Ngada), Kota Ambai, serta hasil observasi langsung mikro di kawasan Manggarai dan Ruteng. Skala VI MMI terukur di Wolowae (Nagekeo) dan Kota Bajawa, sementara skala V MMI dirasakan di sejumlah kawasan sekitarnya.
Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT mencatat puluhan orang meninggal dunia dan mengalami luka-luka. Korban meninggal dunia di Kabupaten Sikka, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur.
Bangunan rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan berat, sedang dan ringan. Fasilitas umum di antaranya Kantor pelabuhan Laurens Say Maumere, ruas jalan Ende-Maumere (Km 17), ruas Jalan Ende- Aegela, ruas Jalan Waelengga-Mborong, Kampus Unika Ruteng, Kantor BRI Mborong, ruas jalan Trans Ende-Nagekeo tertutup runtuhan tebing, ruas jalan Ende-Arubara tertutup runtuhan tebing.
Indonesian Humanitarian Coordination Platform (IHCP) menyebutkan kerusakan pada bangunan rumah serta fasilitas umum akibat gempa di NTT, pada Sabtu (15/8) pagi.
Termasuk kerusakan yang dilaporkan di terminal penumpang Pelni di Maumere, kata IHCP, materi visual yang dibagikan warga juga menampilkan evakuasi dan kemungkinan runtuhan batu akibat gempa.




