Minggu, November 1, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Gempa Flores Memasuki Fase Peluruhan, Tercatat 15.722 Susulan

redaksi
15 September 2026
Kategori : Berita
0
Gempa Susulan Laut Flores NTT Membentuk Klaster Tersendiri

GAMBAR: BMKG

Sementara itu, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami – BMKG, Wijayanto, menjelaskan secara umum kejadian gempa susulan terbagi menjadi beberapa kelompok. Pertama, gempa M≥5,0 (26 kejadian atau 0,2%) dirasakan cukup luas dan berpotensi berdampak pada bangunan rentan. Gempa kategori ini semakin jarang dan tidak tercatat lagi dalam satu minggu terakhir.

Kedua, gempa berkekuatan M4,0 hingga kurang dari M5,0 tercatat sebanyak 476 kejadian atau 3,0%. Gempa pada kategori ini masih dapat dirasakan dalam wilayah yang cukup luas, tetapi berpotensi kecil menimbulkan kerusakan signifikan. Frekuensinya terus menurun setelah memasuki 4–5 minggu pascagempa utama.

Ketiga, gempa berkekuatan M3,0 hingga kurang dari M4,0 tercatat sebanyak 3.308 kejadian atau 20,9%. Gempa pada kategori ini umumnya dirasakan secara lokal dan tidak menimbulkan kerusakan. Aktivitasnya diperkirakan masih berlangsung hingga 6–7 minggu ke depan dengan frekuensi yang terus meluruh.

Keempat, gempa berkekuatan kurang dari M3,0 mendominasi aktivitas gempa susulan dengan 11.993 kejadian atau 75,9%. Sebagian besar gempa hanya terdeteksi oleh jaringan seismograf dan tidak dirasakan masyarakat. Aktivitas pada kategori ini diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

“Estimasi ini merupakan kecenderungan statistik peluruhan, bukan perkiraan tanggal pasti berakhirnya aktivitas gempa maupun prediksi waktu gempa berikutnya. Masyarakat diimbau tetap mewaspadai karakteristik wilayah NTT yang memang memiliki tingkat kegempaan tinggi,” ujar Wijayanto.

Halaman 2 dari 2
Sebelumnya12
Tags: BMKGGempa Laut FloresGempa NTTGempa Susulan
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Hasil Survei Tsunami Gempa Laut Flores M 7,7 NTT Tertinggi Capai 2,68 Meter

Next Post

Guncangan Maksimum Gempa Laut Flores M 7,7 Capai Skala VII MMI

Postingan Terkait

Satelit Sentinel-6 Ambil Alih Pengukuran Permukaan Laut Global

Misi Pemantauan Laut Copernicus Sentinel-6

31 Oktober 2026
Satelit Altimetri Copernicus Melacak Kenaikan Permukaan Laut, Badai dan Fenomena El Niño

Satelit Altimetri Copernicus Melacak Kenaikan Permukaan Laut, Badai dan Fenomena El Niño

31 Oktober 2026

250 juta Hektare Daratan dan Perairan Dalam Proses Pemulihan

Topan Super In-fa Terletak di Dekat Kepulauan Mariana Utara

El Niño Sangat Kuat Mendorong Kekeringan, 4349 Titik Panas di Kalteng, Papua Selatan dan Sumsel

Hujan Lebat Membayangi Kondisi Panas dan Kekeringan

Media Siber Tetap Dituntut Menjaga Akurasi Informasi di Tengah Dominasi Media Sosial dan Penggunaan AI

Ekonomi Kreatif Serap 27,4 Juta Tenaga Kerja

Next Post
BMKG Akan Menganalisis Secara Komprehensif Gempa M 7,7 dan Tsunami Laut Flores

Guncangan Maksimum Gempa Laut Flores M 7,7 Capai Skala VII MMI

TERBARU

Misi Pemantauan Laut Copernicus Sentinel-6

Satelit Altimetri Copernicus Melacak Kenaikan Permukaan Laut, Badai dan Fenomena El Niño

250 juta Hektare Daratan dan Perairan Dalam Proses Pemulihan

Siti Asiyah Sang Pejuang Iman Dari Sungai Nil

Topan Super In-fa Terletak di Dekat Kepulauan Mariana Utara

El Niño Sangat Kuat Mendorong Kekeringan, 4349 Titik Panas di Kalteng, Papua Selatan dan Sumsel

AmsiNews

REKOMENDASI

Ranjau dan Alat Peledak Terus Membunuh Ribuan Orang

2017, Peningkatan Stok Ikan

Repatriasi 225 ABK Indonesia di Kapal Pesiar MSC Magnifica

Depresi Tropis Terletak di Timur Taiwan

Fenomena El Nino-Southern Oscillation Erat Kaitannya dengan Arus Lintas Indonesia

2010, Ikan Raja Laut Coelacanth Ditemukan di Biak-Papua

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.