Sabtu, April 25, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Gempa Laut Maluku Berasal Dari Aktivitas Subduksi Ganda Punggungan Mayu

redaksi
3 April 2026
Kategori : Berita
0
Gempa Laut Maluku Berasal Dari Aktivitas Subduksi Ganda Punggungan Mayu

Peta Geologi dan Lokasi Pusat Gempa Bumi 2 April 2026. GAMBAR: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Darilaut – Sumber gempa bumi yang terjadi pada hari Kamis (2/4) pagi di Laut Maluku diperkirakan berasal dari aktivitas subduksi ganda Punggungan Mayu di Laut Maluku.

Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi berdasarkan parameter sumber gempa bumi baik dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), The United States of Geological Survey (USGS) maupun Geoforschung Potsdam GFZ, gempa bumi ini memiliki mekanisme sesar naik, berarah relatif barat daya – timur laut dengan kemiringan ke arah timur.

Gempa bumi di Laut Maluku terjadi pada hari Kamis, 2 April 2026, pukul 05.48.16 WIB. Lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 1,27°LU – 126,26° BT, berjarak 127 km sebelah tenggara Bitung.

The United States of Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, mencatat pusat gempa bumi berada pada koordinat 1,117°LU – 126,297°BT, magnitudo M 7,4 dengan kedalaman 35 km.

Geoforschung Potsdam GFZ Jerman melaporkan pusat gempa bumi pada koordinat 1,25°LU – 126,29°BT, magnitudo M 7,4 dengan kedalaman 34 km.

Hingga laporan dibuat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, sedikitnya 40 gempa bumi susulan dengan magnitudo M 3,2 – M 5,8 dilaporkan masih mengguncang wilayah Kepulauan Halmahera dan sekitarnya, yang diperkirakan masih akan terus bertambah.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Gempa Laut MalukuPusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Pendataan Akibat Gempa Bumi M7,6 di Laut Maluku Masih Terus Dilakukan

Next Post

Laut Maluku Memiliki Kondisi Geologi yang Rumit dan Intensitas Kegempaan Sangat Tinggi

Postingan Terkait

Dasar Laut Indonesia Menyimpan Gas Hidrat, Energi Alternatif Masa Depan

Dasar Laut Indonesia Menyimpan Gas Hidrat, Energi Alternatif Masa Depan

25 April 2026
Sinyal Kuat Suhu Permukaan Daratan Diperkirakan Berada di Atas Normal

Sinyal Kuat Suhu Permukaan Daratan Diperkirakan Berada di Atas Normal

25 April 2026

Tahun Ini El Nino Akan Kembali Dengan Cepat

SDGs Center UNG Kolaborasi Riset Untuk Pengabdian Masyarakat

Kualitas Informasi Publik Jangan Dikorbankan untuk Kompetisi Konten

Lanskap Informasi di Indonesia Mengalami Pergeseran Besar

Karya Jurnalistik Harus Ditegaskan Sebagai Ciptaan yang Dilindungi

Bahaya Pasang Tinggi Bagi Pulau-Pulau Kecil

Next Post
Laut Maluku Memiliki Kondisi Geologi yang Rumit dan Intensitas Kegempaan Sangat Tinggi

Laut Maluku Memiliki Kondisi Geologi yang Rumit dan Intensitas Kegempaan Sangat Tinggi

TERBARU

Burung Indonesia Diseminasi Konservasi Mangrove Pohuwato dan Pameran Produk Ramah Lingkungan

Dasar Laut Indonesia Menyimpan Gas Hidrat, Energi Alternatif Masa Depan

Sinyal Kuat Suhu Permukaan Daratan Diperkirakan Berada di Atas Normal

Tahun Ini El Nino Akan Kembali Dengan Cepat

SDGs Center UNG Kolaborasi Riset Untuk Pengabdian Masyarakat

Kualitas Informasi Publik Jangan Dikorbankan untuk Kompetisi Konten

AmsiNews

REKOMENDASI

5 Dosen UNG Terima Surat Keputusan Gelar Guru Besar

61 Pelabuhan Lakukan Validasi Data untuk Perikanan Berkelanjutan

Sampah Plastik di Pulau Ponelo

Paus Right Terancam Punah, NOAA Fisheries Usulkan Pembatasan Kecepatan Kapal

Peneliti FMIPA UNG Temukan 4 Tumbuhan Langka Masuk Daftar Merah IUCN di Hungayono TN Bogani Nani Wartabone

November, Forum Negara Kepulauan Bertemu di Manado

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.