Darilaut – Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa yang terjadi di Sumba Barat Daya mekanisme sumber mengindikasikan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault.
Gempa magnitude (M) 6,1 mengguncang wilayah Pantai Barat Daya Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (4/10) pukul 05.55.52 WIB. Pusat gempa berada di Laut 14 km baratdaya Kodi-Sumba baratdaya
Plh. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 9,84° LS dan 118,90° BT, atau sekitar 59 km arah Barat Daya Kodi, Sumba Barat Daya, pada kedalaman 30 km.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG mengategorikan peristiwa ini sebagai jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif yang diduga berasosiasi dengan Sesar Waikabubak.
Sementara itu, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa guncangan gempa bumi ini dirasakan di berbagai wilayah dengan skala intensitas yang bervariasi.
Wilayah Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi di Kabupaten Sumba Barat Daya merasakan guncangan terkuat pada skala VI MMI, yang menyebabkan sebagian besar penduduk terkejut dan berlari ke luar rumah.




