Setiap zona tektonik di Indonesia beroperasi sebagai “otoritas lokal” yang mandiri dengan rezim tektoniknya masing-masing. Masing-masing segmen sumber gempa memiliki laju akumulasi medan tegangan (stress accumulation rate) dan periode ulang (recurrence interval) yang independen.
Batuan pada segmen Flores, Sumatra Utara, dan Parigi Moutong mengumpulkan strain mekanis secara terpisah hingga mencapai ambang batas batas elastisitasnya (failure threshold), lalu melepaskan energi kinetik tersebut pada waktunya sendiri-sendiri, kata Daryono.




