Kendala utama masih terjadi pada akses antar pulau di Kepulauan Sangihe yang memerlukan waktu tempuh 4–5 jam serta gangguan komunikasi akibat padamnya listrik di beberapa wilayah.
Upaya penanganan darurat terus dilakukan melalui evakuasi, pendirian tenda pengungsian, distribusi logistik, dan koordinasi lintas sektor.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sangihe juga telah mendirikan tenda pengungsi di RSUD Liunkendage untuk mendukung penanganan warga dan pasien terdampak.
Korban Tewas di Filipina
Jumlah korban tewas akibat gempa lepas pantai Sarangani, Mindanao, meningkat menjadi 37 orang
Melansir Kantor Berita Filipina, Philippine News Agency (PNA) Wakil juru bicara Kantor Pertahanan Sipil (OCD), Diego Agustin Mariano, mengatakan hingga Selasa (9/6) pukul 06.00, tercatat empat korban tewas di Wilayah 11 (Davao) dan 33 di Wilayah 12 (SOCCSKSARGEN).
“Ini masih dalam proses validasi,” kata Mariano.
Ada 18 kematian yang sedang divalidasi di provinsi Sarangani dan Kota General Santos, keduanya di Wilayah 12, dan tiga di South Cotabato.
OCD belum merilis angka kerusakan yang disebabkan oleh gempa kuat tersebut.
Laporan sebelumnya menyebutkan ada 144 orang terluka dan empat orang hilang.
Penilaian awal menunjukkan bahwa Kota General Santos adalah yang paling parah terkena dampak ketika gempa terjadi pada Senin pukul 7.37 pagi hari Senin di Laut Sulawesi.Satwa laut




