Gempa berkekuatan magnitudo 7,8 terjadi pada pukul 7.37 pagi waktu setempat, sekitar 32 kilometer (20 mil) lepas pantai barat Maasim di provinsi Sarangani, menurut kantor koordinasi bantuan PBB, OCHA.
Mindanao, pulau terbesar kedua dan terpadat kedua di Filipina, adalah rumah bagi sekitar 26 juta orang.
Gempa tersebut memicu peringatan tsunami di beberapa bagian Filipina dan negara-negara tetangga, yang mendorong evakuasi pesisir sebelum peringatan tersebut dicabut kemudian pada hari itu.
Banyak korban jiwa dilaporkan di provinsi Sarangani, termasuk orang-orang yang tewas dalam tanah longsor, meskipun angka-angka tersebut belum diverifikasi.

Lebih dari 138 gempa susulan, dengan magnitudo antara 1,3 hingga 6,7 pada skala Richter, tercatat setelah gempa utama. Operasi di Bandara Internasional General Santos ditangguhkan sementara sebelum dilanjutkan secara terbatas.
Laporan awal menunjukkan kerusakan yang meluas pada sekolah, rumah sakit, gedung pemerintah, dan struktur lainnya. Pemadaman listrik dan gangguan telekomunikasi dilaporkan di beberapa daerah yang terkena dampak, sementara jalan dan jembatan yang rusak telah menghambat akses ke beberapa komunitas.
Tanggap Darurat
Pemerintah Filipina menempatkan tim dan badan manajemen bencana nasional dalam “siaga merah” dan mengaktifkan mekanisme koordinasi antarlembaga kemanusiaan.




