Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. memerintahkan lembaga pemerintah untuk segera menanggapi, sementara operasi pencarian, penyelamatan, dan evakuasi terus berlanjut sepanjang hari.
Tim manajemen bencana, kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan umum pemerintah telah dikerahkan ke daerah yang terdampak. Para pekerja sosial, pusat komando bergerak, dan dapur lapangan juga telah dimobilisasi untuk mendukung keluarga-keluarga yang mengungsi.
Upaya Pemulihan
Melansir Kantor Berita Filipina, Philippine News Agency (PNA) PBB di Filipina mengumumkan pada hari Senin bahwa mereka secara aktif menilai dampak gempa bumi dahsyat yang melanda Mindanao, dan siap mendukung upaya pemulihan nasional dan lokal.
PBB menegaskan bahwa mereka bekerja sama erat dengan pemerintah Filipina dan mitra kemanusiaan untuk menentukan sepenuhnya kerusakan yang terjadi.
“Perserikatan Bangsa-Bangsa di Filipina menyampaikan belasungkawa terdalam kepada masyarakat Mindanao dan daerah-daerah lain yang terkena dampak setelah gempa bumi dahsyat pada 8 Juni. Kami berduka atas kehilangan nyawa dan penderitaan yang dialami oleh keluarga dan masyarakat akibat kerusakan luas pada rumah dan infrastruktur, dan kami berdiri dalam solidaritas dengan semua yang terkena dampak selama masa sulit ini,” bunyi pernyataan PBB tersebut.




