Darilaut – Memperingati Hari Danau Sedunia (World Lake Day) Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) Indri Afriani Yasin, Ph.D menyoroti kondisi Danau Limboto yang kini menghadapi berbagai ancaman serius.
Danau Limboto mengalami “penyusutan luas perairan, sedimentasi tinggi” serta pencemaran, dan “banjir tahunan yang semakin meresahkan warga,” kata Indri, Rabu (27/8).
Menurut Indri, Hari Danau Sedunia yang diperingati tanggal 27 Agustus menjadi momen penting untuk mengingatkan kita semua akan arti strategis danau sebagai penopang kehidupan dan ekosistem.
”Bagi Gorontalo, Danau Limboto bukan hanya ruang ekologis, melainkan juga pusat sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat,” ujar Indri, doktor lulusan Ehime University, Jepang.
Indri mencontohkan pada Juli 2024, banjir besar melanda kawasan di sekitar Danau Limboto. Genangan air bahkan mencapai lebih dari 2 meter di Desa Hutadaa, Kecamatan Telaga Jaya, dan merendam ratusan rumah penduduk (darilaut.id).
Hanya dalam enam bulan, pada awal tahun 2025, banjir kembali terjadi dan merendam tiga kecamatan di Kabupaten Gorontalo.
Sedikitnya 1.144 kepala keluarga atau sekitar 3.396 jiwa terdampak, dengan hampir 800 unit rumah terendam hingga ketinggian 180 cm.




