Menurut Pusat Vulkanologi, kekerasan batuan permukaan dipengaruhi oleh umur dan jenis batuan. Batuan yang berumur lebih muda atau yang telah mengalami pelapukan mempunyai kekerasan lebih rendah begitu juga sebaliknya.
Di Kepulauan Talaud, kawasan pantai yang didominasi oleh batuan termuda di kepulauan ini, yaitu batugamping Holosen, memiliki nilai Vs30 bervariasi mulai dari 200–350 m/s, atau kelas tanah D (tanah lunak, dengan kandungan air tinggi).
Makin ke tengah pulau, kekerasan batuan meningkat seiring dengan meningkatnya elevasi dan kemiringan lereng serta umur litologi yang makin tua, kata Pusat Vulkanologi.
Punggungan tengah pulau, baik Kabaruan, Salibabu maupun Kabaruan, memiliki nilai Vs30 lebih besar dari 400 hingga 450 m/s atau termasuk ke dalam kelas tanah C atau tanah keras dan kaku.
Menurut Pusat Vulkanologi, Kecamatan Damau, wilayah terdekat dengan pusat gempa bumi disusun oleh batuan/ tanah kelas D dan C, dengan nilai Vs30 berkisar antara 250 di tepi pantai hingga 425 di puncak bukit di tengah pulau.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi Talaud Sabtu malam terletak pada koordinat 3,76 LU-126,95 BT, dengan magnitudo 6,6 pada kedalaman 31 km.
Menurut informasi dari the United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 3,690° LU dan 126,986° BT dengan magnitudo M6,5 pada kedalaman 51,6 km.




