Aerosol, bakteri, biomassa, dan partikel lain yang tertanam dalam gletser adalah petunjuk tentang atmosfer dan biosfer masa lalu, membantu para ilmuwan memahami bagaimana sistem alam telah berevolusi dari waktu ke waktu.
Saat gletser menyusut, dunia berisiko kehilangan bukti yang tak tergantikan yang dapat memperdalam pemahaman kita tentang masa lalu dan memberikan informasi untuk proyeksi iklim di masa depan.
Sumber Air Tawar
Diperkirakan bahwa 70 persen air tawar dunia tersimpan dalam gletser, yang berarti bahwa gletser membantu menopang kehidupan di wilayah-wilayah utama di dunia. Bersama dengan air lelehan salju dan curah hujan, air lelehan gletser mengalir ke sistem air hilir yang luas yang mendukung air minum, pertanian, produksi energi, dan perekonomian.
Namun, laporan tersebut memperingatkan bahwa hal ini sedang berubah. Banyak cekungan sungai telah melewati “puncak air,” titik di mana jumlah air lelehan gletser beralih dari meningkatkan limpasan menjadi menyebabkan penurunannya.
Sepertiga dari cekungan sungai terbesar di dunia diproyeksikan akan mengalami penurunan limpasan lebih dari 10 persen pada tahun 2100 karena hilangnya gletser.
“Gletser adalah penjaga kita yang diam,” kata Sonam Tashi, Direktur Departemen Lingkungan dan Perubahan Iklim Bhutan.




