Dalam pelaksanaannya, tim survei BRIN akan bergerak ke sejumlah wilayah di Sumatra Utara, antara lain Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. Wilayah-wilayah tersebut dipilih karena mengalami dampak bencana yang cukup signifikan dan membutuhkan pemetaan rinci guna mendukung proses penanganan serta pemulihan wilayah terdampak.
Adapun data yang dikumpulkan meliputi peta wilayah terdampak bencana dengan cakupan area luas dan resolusi tinggi. Data tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkirakan tingkat kerusakan secara detail, mulai dari perubahan bentang alam, luas area genangan, hingga identifikasi potensi bahaya lanjutan.
“Dengan data spasial yang rinci, rencana mitigasi dapat disusun secara lebih tepat dan efektif.”
Firman juga mengingatkan bahwa kondisi lapangan di sejumlah lokasi terdampak bencana masih belum sepenuhnya pulih. Oleh karena itu, kesiapan relawan yang akan terjun ke lapangan menjadi hal yang sangat penting. Ia menekankan bahwa relawan perlu mempersiapkan diri secara fisik, mental, serta logistik agar tidak menghadapi risiko tambahan di lokasi bencana.
“Relawan harus benar-benar siap. Jangan sampai niat membantu justru berujung pada bertambahnya korban.”
Selain itu, perencanaan kegiatan harian selama berada di lokasi bencana juga perlu dilakukan secara matang dengan mengutamakan faktor keselamatan, termasuk memperhatikan kondisi cuaca, medan, serta potensi bahaya susulan seperti longsor dan banjir lanjutan.




